Pantang Menyerah, Nelani Jadi Wisudawan Terbaik FT Unesa dengan IPK 3,92

ADVERTISEMENT

Pantang Menyerah, Nelani Jadi Wisudawan Terbaik FT Unesa dengan IPK 3,92

Trisna Wulandari - detikEdu
Rabu, 14 Okt 2026 08:01 WIB
Pantang Menyerah, Nelani Jadi Wisudawan Terbaik FT Unesa dengan IPK 3,92
Nelani Shafatia Zulatifa dan keluarga pada momen wisuda FT Unesa. Foto: Dok Unesa
Jakarta -

Nelani Shafatia Zulatifa menyandang predikat Wisudawan Terbaik Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) saat resmi diwisuda pada Sabtu (26/9/2026). Ia mengantongi indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,92.

Siapa sangka, Nelani sempat merasa kesulitan semasa kuliah di semester satu. Dikutip dari laman kampus, Alumnus S1 Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) Unesa ini menuturkan, ia sempat terkendala dalam mata kuliah Pemrograman Dasar dan bahasa C++ meskipun berasal dari peminatan MIPA di sekolah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Latihan Disiplin

Kelahiran Bojonegoro, Jawa Timur ini pun mencoba untuk tidak menyerah sejak awal kuliah. Agar bisa memahami logika pemrograman, ia justru meningkatkan porsi belajar di pagi, siang, dan malam hari, khususnya dengan berlatih coding mandiri.

Platform seperti W3Schools salah satunya ia manfaatkan untuk belajar. Dikutip dari laman resminya, platform ini menyediakan opsi gratis belajar, mengakses referensi, dan berlatih pemrograman dan pengembangan web.

ADVERTISEMENT

Dengan disiplin belajar mandiri dan di kelas, Nelani dapat mempertahankan grafik indeks prestasinya per semester agar tidak turun. Ia kemudian mencoba menyeimbangkannya dengan aktivitas di luar kelas, seperti menjadi sekretaris di Unit Kegiatan Ilmiah Mahasiswa (UKIM) Unesa dan Google Developer Group on Campus Unesa.

Dipercaya Dosen

Kedisiplinan Nelani membuka jalan hingga ia dipercaya untuk terlibat dalam penyusunan borang akreditasi prodi menuju predikat Unggul. Di ranah akademik, ia juga dipilih untuk menjadi Asisten Dosen untuk Praktikum Jaringan Nirkabel pada 2025.

Sebagai asisten dosen, ia aktif memandu mahasiswa mengoperasikan perangkat Mikrotik, merancang modul ajar, hingga mengelola laboratorium. Kesukaannya pada duna pendidikan juga Nelani tuangkan di tugas akhir.

Pada tugas akhir, ia mengembangkan media pembelajaran berbasis web untuk membantu siswa SMKN 2 Surabaya memahami materi enkripsi dan dekripsi jaringan. Topik terkait keamanan jaringan ini biasanya sulit dipahami siswa.

Nelani juga coba menguji ilmunya di kompetisi tingkat nasional. Semasa kuliah, ia antara lain menyabet Juara 1 Business Model Canvas (BMC) Innovate Xplore 2024 dan Juara 2 Business Competition di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada 2025.

Pada 2025 dan 2026, ia juga menerbitkan empat artikel ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi SINTA, serta mencatatkan tiga Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Teguh dalam Proses, Tuntas sampai Akhir

Bagi Nelani, rangkaian pengalaman semasa kuliah dan keputusan untuk tidak menyerah membantunya jadi pribadi yang mandiri. Kini, ia berharap pengalaman tersebut bisa jadi bekal untuk meraih cita-cita sebagai dosen.

Seperti filosofi hidupnya, Nelani melanjutkan langkah dengan "tatag, teteg, lan tutug": berani memulai, teguh dalam proses, dan tuntas hingga akhir.



(twu/pal)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads