×
Ad

Perjuangan Arief, Penjual Koran Lampu Merah Kini Raih Gelar Doktor

Nikita Rosa - detikEdu
Rabu, 07 Okt 2026 16:00 WIB
Moh. Miftahul Arief resmi meraih gelar Doktor Studi Islam dari UIN Walisongo Semarang. (Foto: Laman Resmi UIN Walisongo)
Jakarta -

Moh. Miftahul Arief resmi meraih gelar Doktor Studi Islam dari UIN Walisongo Semarang pada Rabu (30/9). Ujian tersebut menetapkan Arief sebagai Doktor dengan nilai disertasi nyaris sempurna, yakni 3,98.

Di balik capaian akademik yang mentereng, Arief sebenarnya memulai karier dari jalan yang berbeda, yaitu penjual koran di lampu merah.

Doktor Itu Dulunya Penjual Koran di Lampu Merah

Masa kuliah Arief tidak hanya disibukkan dengan kegiatan akademik. Ia masih harus mengambil pekerjaan sebagai penjaja koran di lampu merah Kalibanteng, Semarang, untuk membiayai hidup dan pendidikannya.

Setelah memulai karier sebagai guru pada 2005, Arief juga harus menjalani pekerjaan lain. Setelah mengajar, ia menjaga salah satu outlet toko buku di Semarang hingga pukul 22.00 WIB.

"Saat menjadi guru MI, pagi mengajar, siang hingga malam menjaga outlet diGramediaPandanaran. Saat itu yang saya pikirkan sederhana, bagaimana tetap bisa belajar sambil bekerja,"kenangnya dalam lamanUINWalisongoSemarang, Rabu (7/10/2026).

Arief yakin menjalankan pekerjaan apapun sah-sah saja asal halal dan bagus. Bersama istrinya, ia juga pernah menjalankan usaha pengetikan komputer di rumah. Arief kini masih melakoni pekerjaan sampingan sebagai sopir taksi online.

Diangkat Sebagai Kepala Madrasah

Berbagai pengalaman Arief berbuah hasil. Setelah lima tahun jadi guru, ia kemudian dipercaya menjadi Kepala MI Miftahul Akhlaqiyah pada 2010-2022.

Kemudian pada 2020, ia mendapat penghargaan sebagai Kepala Madrasah Berprestasi oleh Kementerian Agama Kota Semarang.

Kerjakan Disertasi Sambil Merawat Ibu

Perjuangan Arief masih berlanjut hingga jenjang Doktor. Saat itu, Arief harus menemani ibunya yang menjalani rawat inap sambil menyelesaikan disertasi.

Sembari menunggu ibunya, Arief membawa laptop ke rumah sakit untuk menyelesaikan berbagai bagian disertasinya

"Sebagian disertasi ini saya kerjakan di kamar geriatri RS Kariadi. Saat ibu dirawat, saya menunggu sendiri, mengantar dan menjemput beliau, sekaligus menyelesaikan berbagai bagian penelitian di samping tempat tidurnya," ujarnya.



Simak Video "Puncak Soekarno Cup 2026 : Saksi Lahirnya Generasi Emas Sepak Bola!"

(nir/nah)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork