Wisudawan Terbaik menjadi predikat yang hanya diberikan kepada lulusan terpilih yang memiliki pencapaian akademik tertinggi. Mereka yang mendapat predikat ini akan diapresiasi, bahkan berkesempatan menyampaikannya langsung di momen pidato wisudawan.
Hal itulah yang dirasakan Andhika Fathurrohman. Andhika, panggilan akrabnya, merupakan wisudawan terbaik dari Departemen Teknik Kimia di gelaran Wisuda ke-134 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Ia berhasil menjadi wisudawan terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi untuk jenjang sarjana (S1). Hampir sempurna, IPK yang diraih Adhika sebesar 3,98.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bersanding pada gelaran tersebut, ada Anggita Maharani yang merupakan wisudawan terbaik jenjang sarjana terapan (D4). Anggita merupakan lulusan Program Studi Statistika Bisnis ITS yang berhasil meraih IPK 3,88.
Tak hanya capaian IPK yang mentereng, Andhika dan Anggita juga punya raihan prestasi lain yang dicapai selama kuliah. Dikutip dari laman resmi ITS, Senin (5/10/2026) berikut informasinya.
Penerima Beasiswa KIP-K yang Senang Matematika-Kimia
Disampaikan, Andhika berhasil menyelesaikan studi S1 tepat waktu pada usia 22 tahun. Tak hanya wisudawan terbaik jenjang sarjana, Andhika juga meraih predikat wisudawan terbaik untuk penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP-K).
Dengan bantuan pendidikan ini, Andhika kini berhasil meraih cita-citanya untuk menjadi sarjana di bidang yang lama dicintainya. Ia diketahui sangat menyukai bidang dan kimia sejak di bangku SMA.
Kesempatannya berkuliah dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mendulang sejumlah prestasi dan pengalaman. Salah satu pengalaman menarik Andhika adalah bergabung dalam American Institute of Chemical Engineering (AIChE) dan Society of Renewable Energy.
"Saya senang matematik dan kimia. Ke depannya pun saya ingin melanjutkan studi dan menjadi dosen serta peneliti," tuturnya.
Hebatnya, di samping menjalani aktivitas akademik dan organisasi, Andhika juga berupaya sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhannya selama berkuliah. Ia bekerja sebagai tutor olimpiade kimia bagi pelajar dan mahasiswa baru ITS.
"Saya merasa bangga karena tidak mudah berkuliah di ITS sambil bekerja, dan kini saya berhasil tidak menyia-nyiakan kesempatan kuliah yang UKT-nya gratis ini," kata Andhika.
Pekerjaan sebagai tutor olimpiade kimia tentu tak bisa dilakoninya jika tak memiliki kemampuan yang mumpuni. Sejak 2023, ia konsisten mengikuti kompetisi dan meraih prestasi, seperti:
- Medali Emas bidang Kimia di Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT) 2026 sekaligus Absolute Winner
- Juara II Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) ITS 2025
- Juara I lomba esai internasional dalam ASEAN International Student Competition (AISC) Paper.
Riset Kaji Soal Ketahanan Pangan
Tak kalah, wisudawan terbaik program sarjana terapan, Anggita Maharani juga sosok yang penuh prestasi. Selama berkuliah, wisudawan asal Blitar ini aktif di unit kegiatan mahasiswa (UKM), dipercaya menjadi asisten dosen untuk sejumlah mata kuliah, dan berprestasi di bidang akademik.
Prestasi yang pernah dicapai Anggita, antara lain:
- Best Analysis Olimpiade Statistika OLS 2023 Universitas Negeri Makassar (UNM)
- Juara 3 Scientific Paper OLIVIA 2024 Universitas Hasanuddin (Unhas)
- Juara 2 Pekan Analisis Statistika 2025 Universitas Mulawarman
- Memperoleh pendanaan ITS Youth Technopreneur 2024 dan HETI Young Technopreneurship 2025 bersama tim.
Kemampuan analisis yang ia miliki juga diterapkan dalam tugas akhirnya. Anggita merupakan bagian dari tim riset yang tengah mengkaji soal ketahanan pangan dari berbagai aspek.
Dalam tugas akhirnya, Anggita berfokus untuk memodelkan produksi padi dari sisi risiko cuaca. Penelitian yang dilakukannya mendapat hibah Research Grant Bank Indonesia 2025.
"Semua proses dan tantangan selama kuliah menjadi bagian penting yang mengantarkan saya sampai menjadi wisudawan terbaik," ungkap Anggita.
Resmi diwisuda, Anggita berpesan agar mahasiswa bisa memanfaatkan masa-masa berkuliah. Rekan-rekannya diharapkan tak ragu untuk terus belajar dan mencoba berbagai hal baru.
"Jalani masa kuliah dengan sungguh-sungguh dan jangan takut mencoba hal-hal baru karena setiap pengalaman bisa menjadi bekal berharga setelah lulus," pesannya.
