×
Ad

Ayam Goreng dan Teka-Teki Matematika 125 Tahun di Balik Hadiah 'Nobel Matematika'

Pasti Liberti Mappapa - detikEdu
Minggu, 02 Agu 2026 11:00 WIB
Profesor Yu Deng dari University of Chicago, Amerika Serikat peraih Fields Medal 2026, penghargaan tertinggi bidang matematika Foto: Jean Lachat/University of Chicago
Jakarta -

Matematikawan dari University of Chicago (UChicago) Yu Deng berhasil meraih Fields Medal 2026 atau yang sering disebut "Nobel Matematika" sebuah penghargaan tertinggi bidang matematika. Profesor berusia 37 tahun itu berhasil memecahkan "teka teki" bidang fisika-matematika yang telah berumur 125 tahun.

"Karya Yu yang indah dan orisinal ini memecahkan masalah mendasar dalam fisika matematika yang bermula dari (David) Hilbert lebih dari seabad yang lalu," kata Frank Calegari, profesor dan ketua Departemen Matematika UChicago dikutip dari laman UChicago News.

Calegari melanjutkan,"Karya ini juga memperkenalkan metode baru yang ampuh yang akan membentuk penelitian di masa depan. Ini adalah pencapaian penting."

Teka-teki Hilbert yang Bertahan 125 Tahun

Pada tahun 1900, di sebuah aula megah Universitas Sorbonne, Paris, seorang matematikawan-filsuf legendaris asal Jerman bernama David Hilbert berpidato di hadapan para ilmuwan top dunia.

Dalam pidato bersejarah itu, Hilbert mengungkapkan 10yang kemudian bertambah jadi 23 masalah matematika yang belum terpecahkan. Ia meyakini pemecahan masalah itu akan membentuk masa depan ilmu pengetahuan.

Salah satu tantangannya, Hilbert menyerukan agar teori fisika dirumuskan berdasarkan dasar-dasar aksiomatik melalui pendekatan matematika. Tantangan ini dikenal sebagai Masalah Keenam Hilbert.

Sejak saat itu, tak ada satu pun ilmuwan yang bisa menjawab tantangan Hilbert. Akhirnya 125 tahun berselang, 3 matematikawan Yu Deng dari University of Chicago, serta Zaher Hani dan Xiao Ma dari University of Michigan menyatakan telah menyelesaikan tantangan Hilbert tersebut.

Mereka menyatakan telah berhasil menyatukan tiga teori fisika yang menjelaskan gerak fluida. Ketiga teori tersebut menjadi dasar berbagai aplikasi rekayasa, dari desain pesawat terbang hingga prediksi cuaca.



Simak Video "Video: Yang Harus Dilakukan Kalau Nggak Sengaja Makan Makanan Haram"


(pal/pal)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork