Mendikti Kritik Budaya Orang Indonesia yang Suka Dipanggil Profesor

ADVERTISEMENT

Mendikti Kritik Budaya Orang Indonesia yang Suka Dipanggil Profesor

Trisna Wulandari - detikEdu
Kamis, 09 Jul 2026 18:15 WIB
Mendiktisaintek Brian Yuliarto
Mendiktisaintek Brian Yuliarto. Foto: Trisna Wulandari/detikcom
Jakarta -

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengkritisi budaya orang Indonesia yang senang dipanggil profesor. Ia mengatakan, budaya semacam itu tak lazim di negara lain.

"Kita ini kan SK belum keluar aja kadang-kadang udah minta dipanggil 'Prof'. Dia dapet, katanya, dapet informasi, dia dapet informasi, 'Bapak udah lulus, Pak, di pemeriksaan'. 'Oh gitu, besok panggil saya Profesor, ya. SK belum keluar, udah (begitu). Ya memang kita masih perlu ini (humble)," ucap Guru Besar Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Bandung (ITB) ini.

Hal tersebut disampaikan Brian pada Orientasi Program SMA Unggul Garuda Transformasi dan Pembekalan Batch 1 Awardee Beasiswa Garuda Tahun 2026 di Grha Diktisaintek, Jakarta, Kamis (9/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada momen tersebut, Brian berpesan agar penerima Beasiswa Garuda menjadi pribadi yang humble atau rendah hati. Diketahui, para penerima beasiswa ini terpilih untuk menjalani S1 di luar negeri atau S1 joint/double degree di dalam dan luar negeri dengan beasiswa dari pemerintah.

"Jadilah orang-orang yang humble," ucapnya.

ADVERTISEMENT

"Orang sombong aja nggak suka sama orang sombong," imbuhnya.

Profesor di Luar Negeri Cuma Dipanggil Nama

Brian mencontohkan, peraih Hadiah Nobel Kimia 2025 Omar M Yaghi pun biasa meminta dirinya dipanggil hanya dengan sebutan nama tanpa jabatan akademik.

Padahal, University Professor dan James and Neeltje Tretter Professor of Chemistry, University of California (UC) Berkeley tersebut memang mumpuni di bidang keilmuannya.

Pakar kimia keturunan Palestina-Amerika kelahiran Yordania ini diketahui mengembangkan blok kerangka logam-organik (MOF) yang lebih stabil dan fleksibel bersama Susumu Kitagawa. Karya mereka bermanfaat untuk memanen air dari udara gurun, menangkap karbon dioksida, menyimpan gas beracun, hingga mengkatalisis reaksi kimia.

"Ini orang, kalau dosen tahu ya pasti, ada yang namanya H-index. H-index dia, Pak, 202. Jadi mungkin jumlah paper kita aja kalah sama H-indexnya dia. Jadi ini orang pinternya kebangetan lah kira-kira. Itu Pak, orang yang humble banget," tuturnya.

"Kalau di Amerika ini biasa nih: dia gak minta dipanggil pake Prof. Dia bilang, 'call me Omar', panggil saya Omar aja, namanya Omar Yaghi. 'Call me Omar'," ucapnya.

Berkaca dari sosok gurunya tersebut, ia berpesan agar para pelajar tekun belajar dan punya semangat juang untuk terus menjadi lebih baik.

"Orang-orang hebat itu, ternyata orang-orang yang tidak banyak drama-drama, tidak banyak tampil. Mereka bekerja dalam ketekunan," ucapnya.



(twu/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads