Kisah Arnab, Mahasiswa UI Asal Suriah yang Merantau ke Indonesia

ADVERTISEMENT

Kisah Arnab, Mahasiswa UI Asal Suriah yang Merantau ke Indonesia

Nikita Rosa - detikEdu
Selasa, 21 Jul 2026 13:45 WIB
Maram Al Arnab
Maram Al Arnab, lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia asal Suriah. Foto: Nikita Rosa/detikcom
Jakarta -

Maram Al Arnab resmi meraih gelar Sarjana dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) pada 2026. Termasuk salah satu dari 120 lulusan internasional di UI, Arnab merantau dari Suriah, Timur Tengah.

Sebelum bertolak ke Indonesia, Arnab melakukan riset dulu tentang universitas terbaik di Indonesia.

"Pertama kali saya tanya, apa universitas yang paling bagus di Indonesia. Dan mereka bilang UI nomor 1 di sini. Makanya saya pilih Universitas Indonesia," ujarnya ditemui usai The 2026 Degree Appreciation Ceremony for UI International Students yang diadakan di Makara Art Center, Kampus UI, Depok, Jawa Barat pada Selasa (21/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arnab melanjutkan pendidikan tingginya dengan beasiswa KNB. Mendarat di Indonesia pada 2021, Arnab harus mengikuti kelas bahasa Indonesia selama satu tahun. Setelah itu ia mengikuti pendidikan Sarjana Psikologi selama empat tahun.

ADVERTISEMENT

Tantangan Bahasa Saat Kuliah

Arnab mengaku tenaga pengajar dan teman-teman di UI sangat membantunya selama adaptasi. Namun karena bahasa ibunya adalah bahasa Arab, ia harus mengartikan materi dari bahasa Indonesia, Inggris, dan Arab.

"Pertama kali waktu saya mulai di Fakultas Psikologi, saya harus terjemah PPT ke bahasa Inggris. Setelah bahasa Inggris ke bahasa Arab," ungkapnya.

Lambat laun, ia mulai memahami materi yang disampaikan dosen, kendati masih ada beberapa poin yang perlu ia ulang dengan bahasa Inggris.

"Saya minta tolong dari teman-teman untuk menjelaskan beberapa hal yang saya tidak bisa memahami sendiri," ujarnya.

Ingin Kembali ke Suriah

Setelah lulus, Arnab ingin kembali ke Suriah untuk mengenalkan masyarakatnya tentang kesehatan mental.

"Karena negara saya keluar dari perang, jadi saya berharap saya bisa membantu masyarakat saya dengan mengubah mental health issues mereka, dan semoga saya bisa membantu mereka," ujarnya.



(nir/twu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads