Universitas Indonesia (UI) mengadakan acara apresiasi kepada mahasiswa asing yang telah merampungkan pendidikan. Acara bertajuk The 2026 Degree Appreciation Ceremony for UI International Students ini digelar di Makara Art Center, Kampus UI, Depok, Jawa Barat pada Selasa (21/7).
Dalam acara tersebut, sebanyak 80 mahasiswa asing dari 21 negara turut hadir, dari total 120 mahasiswa asing yang lulus. Mereka menempuh studi di:
- Fakultas Kedokteran
- Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
- Fakultas Teknik
- Fakultas Hukum
- Fakultas Ekonomi dan Bisnis
- Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya
- Fakultas Psikologi
- Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
- Fakultas Kesehatan Masyarakat
- Fakultas Ilmu Komputer
- Fakultas Farmasi
- Fakultas Ilmu Keperawatan
- Fakultas Ilmu Administrasi
- Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan.
Rektor UI, Heri Hermansyah, menyampaikan apresiasinya atas capaian para lulusan. Ia meyakini, dalam 5 hingga 20 tahun ke depan, para lulusan akan menjadi ahli di bidangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anda bisa berkontribusi kepada lingkungan, kepada negara, kemudian berkontribusi ke kemampuan keluarga, masyarakat, negara, dan juga kemudian berkontribusi kepada dunia," tegas Heri.
Rektor UI juga ingin para lulusan dari berbagai negara ini untuk tidak hanya mengingat Indonesia sebagai tempat studi, tetapi juga melalui masyarakatnya, pengetahuan budaya, dan persahabatan yang telah terjalin.
3 Mahasiswa Asing Raih IPK Sempurna
Meski dengan tantangan yang mereka hadapi, tiga mahasiswa asing berhasil meraih IPK sempurna selama studinya. Mereka adalah:
1. Mohammed B Cesay dari Madagaskar (Ilmu Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam)
2. Ramalina Ranaivo Mikea Manitra dari Madagaskar (Ilmu Hukum, Fakultas Hukum)
3. Syeda Ifra Khudeja dari Pakistan (Ilmu Farmasi, Fakultas Farmasi)
Dalam pidatonya, Ramalina Ranaivo Mikea Manitra, menceritakan perjalanan studinya tidak selalu mudah. Di awal ia sempat khawatir tentang adaptasi. Kemudian saat mengerjakan tesis, Manitra dihadapkan dengan banyaknya revisi.
"Kami tahu bagaimana rasanya menerima komentar dari tugas kami, membuat revisi, dan kemudian membuat lebih banyak revisi. Terkadang kami berpikir kami sudah selesai, hanya untuk menemukan bahwa masih ada lebih banyak revisi yang perlu dilakukan," kelakarnya yang diikuti dengan tawa dari lulusan lain.
Meski begitu, Manitra tetap melangkah maju dan akhirnya berhasil lulus dengan IPK sempurna.
"Setiap tantangan membantu kami berkembang. Melihat kembali, kita bisa melihat bahwa saat-saat yang sulit itu membuat kami menjadi versi kita hari ini," kenangnya.










































