×
Ad

Diterima di Harvard, Mahasiswa Ini Cerita Cara Nabung dan Cari Dana Kuliah

Abdur Rahman Ramadhan - detikEdu
Kamis, 28 Mei 2026 11:00 WIB
Ariel Adhidevara (kanan), mahasiswa asal RI di Harvard University. Foto: Dokumentasi Ariel Adhidevara
Jakarta -

Ariel Adhidevara, mahasiswa Indonesia yang berkuliah S2 di Harvard University, mengaku perjalanan studinya tidak hanya soal proses akademik. Ada persiapan finansial yang cukup panjang sebelum akhirnya ia bisa menempuh Master in Design Studies di Harvard Graduate School of Design.

Sebelum diterima di Harvard, pemegang gelar Bachelor of Architecture dari California Polytechnic State University ini meniti karier bidang arsitektur sambil memperkuat pengalaman dan portofolio. Dari situ, ia bisa menabung untuk bekal biaya pendidikan magister.

"Aku kerja dulu beberapa tahun sambil nabung," kata Ariel dalam wawancara bersama detikEdu, Kamis (21/5/2026).

Dapat Beasiswa 75 Persen dari Harvard

Ariel memulai studi S2 di Harvard pada 2023. Ia menjelaskan, pada tahap pendaftaran, pihak kampus langsung mempertimbangkan para calon mahasiswa yang sekiranya dapat memperoleh bantuan pendidikan berbasis merit atau pencapaian.

"Nanti pas daftar tuh langsung dipertimbangkan buat scholarship," ujarnya.

Dari proses tersebut, Ariel memperoleh beasiswa biaya kuliah sebesar 75 persen. Sementara sisa biayanya ia tanggung secara mandiri.

"Aku dapat sekitar 75 persen," kata Ariel.

Untuk menutup kekurangan biaya pendidikan yang harus dibayarkan, Ariel juga mengajukan student loan dari kampus.

"Aku juga ambil student loan," ujarnya.

Ia menggarisbawahi, skema bantuan biaya pendidikan yang ia dapatkan belum tentu sama bagi pelajar asal RI yang mendaftar langsung dari Indonesia sebagai international student. Ariel menjelaskan, ia sendiri sudah tinggal di Amerika Serikat sejak keluarganya memperoleh green card lottery (undian untuk tinggal di Amerika) pada 2014.

"Aku kan memang statusnya udah di US waktu itu," katanya.

Cara Hidup Hemat Selama Kuliah di AS

Selama tinggal di Amerika Serikat, Ariel mengaku terbiasa hemat untuk menyesuaikan biaya hidup dan pendidikan yang tinggi.

"Karena paling mahal di Amerika Serikat itu makanan dan tempat tinggal. Jadi cara menghemat itu masak di rumah," ujar Ariel.

Menurut Ariel, kebiasaan sederhana seperti memasak sendiri cukup membantunya mengelola pengeluaran selama berkuliah di Amerika Serikat.

Selain itu, ia juga berusaha menyesuaikan gaya hidup. Dengan begitu, pengeluarannya tidak lebih besar daripada kemampuan finansial semasa studi.



Simak Video "Video Mendikti soal Student Loan di RI: Lebih Cocok Beasiswa"

(rhr/twu)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork