Kuliah di Harvard University bukan cuma soal datang ke kelas dan mengejar nilai. Seorang mahasiswa Indonesia di Harvard Graduate School of Design, Ariel Adhidevara, menilai kesempatan paling penting justru datang dari relasi dan pengalaman yang dibangun selama masa studi.
Menurutnya, lingkungan Harvard mempertemukan mahasiswa dengan banyak orang dari berbagai negara dan latar belakang, lengkap dengan dengan pengalaman hidup dan cara berpikir yang berbeda. Interaksi dengan mereka baginya kerap mendatangkan pengalaman berharga.
Karena itu, mahasiswa menurutnya perlu aktif membuka diri dan memanfaatkan kesempatan selama kuliah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau bisa, berinteraksi sama orang lain juga. Kalau menurut saya, itu yang penting," ujarnya kepada detikEdu, Kamis (21/5/2026).
Jangan Terpaku pada Akademik
Bagi Ariel, pengalaman kuliah terasa lebih bermakna jika tidak hanya terpaku pada akademik. Karena itu, ia kerap menyempatkan diri untuk ikut diskusi, baik dengan sesama mahasiswa maupun tokoh yang berkunjung ke fakultas-fakultas di Harvard.
"Kadang-kadang kita juga pusing yang kayak, aduh, mau datang yang mana, ini sama-sama keren nih acara-acaranya. Jadi kalau bisa, memanfaatkan itu dengan baik, jangan belajar kebanyakan di rumah doang. Kalau bisa, berinteraksi sama orang lain juga," tuturnya.
Membangun Relasi yang Tulus
Saat aktif berinteraksi, mahasiswa juga menurutnya perlu membangun hubungan yang tulus dengan orang-orang di sekitarnya. Hal itu baginya penting, terutama untuk menghadapi tekanan dan rasa kesepian selama kuliah di luar negeri.
"Make meaningful connections with people and be genuine," ucapnya.
(twu/twu)











































