×
Ad

4 Langkah Mitigasi Hadapi Godzila El Nino Menurut Pakar Unair, Ayo Bersiap!

Devita Savitri - detikEdu
Senin, 27 Apr 2026 19:30 WIB
Ilustrrasi musim kemarau dengan El Nino. Pakar Unair bagikan 4 langkah mitigasi untuk hadapi godzilla El Nino, apa saja? Foto: jcomp/Freepik
Jakarta -

Pakar Manajemen Bencana Universitas Airlangga (Unair) Dr Hijrah Saputra beri saran mitigasi untuk hadapi Godzilla El Nino yang ada di depan mata. National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) memprakirakan peluang munculnya El Nino semakin tinggi.

Untuk periode Juni hingga Agustus 2026, NOAA mencatat peluang munculnya El Nino mencapai 62 persen. Hal ini selaras dengan prediksi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang menyatakan El Nino ekstrem akan kembali hadir yang disebut sebagai Godzilla El Nino.

"El Nino biasa seperti demam 38 derajat sedangkan El Nino Godzilla bisa diibaratkan 40 derajat atau lebih," katanya dikutip dari laman resmi Unair, Senin (27/4/2026).

Godzilla El Nino Bukan Istilah Ilmiah

Hijrah menjelaskan El Nino bisa terjadi karena angin pasat melemah. Akibatnya, terjadi pergeseran massa air laut hangat dari wilayah Indonesia Pasifik ke Tengah dan Timur.

"Dampaknya, suhu permukaan laut di kawasan tersebut meningkat, dengan anomali mencapai 1,5 hingga 2,5 derajat celsius di atas normal, bahkan pada titik tertentu bisa lebih tinggi," jelasnya.

Ketika hal ini terjadi, pusat pembentukan awan hujan tergeser ke wilayah Pasifik. Dengan demikian, Indonesia mengalami penurunan curah hujan dan menjalani musim kemarau yang lebih kering.

Untuk mengukur kekuatan El Nino, ilmuwan menggunakan Oceanic Nino Index (ONI), yakni indikator anomali suhu permukaan laut. Nilai di atas +0,5 derajat celsius menandakan El Nino, sebaliknya jika di bawah -0,5 derajat menunjukkan La Nina.

"Kategori El Nino terbagi menjadi lemah (0,5-0,9), sedang (1-14), kuat (1,5-1,9), dan sangat kuat (lebih dari atau sama dengan 2)," urai Hijrah.

Penyebutan Godzilla El Nino sendiri dijelaskan Hijrah bukan termasuk dalam istilah ilmiah. Istilah ini populer di media untuk menggambarkan intensitas El Nino yang jauh lebih kuat.

4 Langkah Mitigasi El Nino

Dampak El Nino menurut Hijrah akan cukup signifikan bagi Indonesia, seperti kemarau panjang, peningkatan kebakaran hutan, krisis air bersih, hingga gangguan pada sektor pertanian. El Nino juga bisa meningkatkan emisi karbon dioksida secara global.

Terkait hal itu, Hijrah menyarankan 4 langkah mitigasi utama yang perlu dilakukan sejak dini, yaitu:

1. Optimalisasi cadangan air dengan mengisi bendungan.

2. Modifikasi cuaca di wilayah rawan kekeringan.

3. Percepatan masa tanam untuk menjaga kelembaban tanah.

4. Diversifikasi pangan sebagai upaya adaptasi terhadap perubahan iklim.

"Langkah-langkah ini penting untuk meminimalisir dampak El Nino, terutama di sektor air dan pangan," tegasnya.



Simak Video "Video Bakal Ada Godzilla El Nino di Indonesia"

(det/nwk)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork