×
Ad

Mendikdasmen Kritik Budaya '3M': Perempuan Bukan Cuma Masak, Macak, Manak

Cicin Yulianti - detikEdu
Rabu, 01 Apr 2026 11:30 WIB
Mendikdasmen Abdul Mu'ti. Foto: YouTube Kemendikdasmen
Jakarta -

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Abdul Mu'ti menyoroti budaya yang masih ada hingga saat ini tentang perempuan. Menurutnya, budaya ini sudah tidak relevan dengan zaman sekarang.

Ada anggapan lama yang menyebutkan bahwa perempuan itu memiliki tugas utama "3M", yakni masak, macak (dandan), dan manak (melahirkan). Hal tersebut menurut Mu'ti merupakan penghambat pemberdayaan perempuan.

"Mohon maaf masyarakat Jawa pada zaman dulu menyebut perempuan itu konco wingking yang tugasnya itu hanya tiga, 3M, masak, macak, manak, kira-kira itu," ujarnya dalam acara peluncuran Bulan Pemberdayaan Perempuan yang disiarkan lewat YouTube Kemendikdasmen, Rabu (1/4/2026).

Perempuan Berhak Dapat Pendidikan yang Sama

Kemudian Mu'ti menyoroti juga tentang hak perempuan dalam mendapatkan pendidikan. Ia tak memungkiri masih ada stigma yang menyebut anak laki-laki lebih diprioritaskan dapat pendidikan daripada perempuan.

"Di mana ketika ada misalnya keluarga yang secara ekonomi tidak cukup membiayai seluruh anaknya, kemudian ada anak laki-laki dan anak perempuan. Maka pilihan biaya pendidikan itu sering kali diberikan kepada anak laki-laki dan anak perempuan sering kali tidak diberikan kesempatan dengan alasan tidak ada biaya," ungkap Mu'ti.

Tak hanya dalam hal biaya, faktor mitos juga masih melekat pada sejumlah masyarakat Indonesia. Ada yang masih menganggap bahwa perempuan tidak lebih pintar dari laki-laki.

"Atau sebagian lain dengan alasan karena perempuan tidak usah pinter-pinter. Nanti juga pinter-pinter pun ujung-ujungnya juga ada '3 Ur' (dapur, kasur, sumur). Nah ini yang harus kita selesaikan bersama-sama," katanya.

Kemendikdasmen Canangkan Bulan Pemberdayaan Perempuan

Sebaliknya, Mu'ti justru sangat yakin bahwa kecerdasan perempuan malah bisa melampaui laki-laki, terlebih dalam hal menyerap ilmu dan pendidikan.

Untuk menangkis stigma-stigma tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencanangkan Bulan Pemberdayaan Perempuan lewat Pendidikan selama bulan April 2026 ini.

Penacanangan dilakukan dalam rangka menyambut Hari Kartini yang akan jatuh pada 21 April 2026 mendatang. Selama bulan ini, Kemendikdasmen akan menggelar serangkatan aktivitas yang membedayakan perempuan.

"Kami berkomitmen untuk memberikan ruang yang lebih luas kepada para perempuan untuk memperoleh pendidikan dan memperoleh kesempatan mengembangkan potensi yang mereka miliki," kata Mu'ti.

Pencananan Bulan Pemberdayaan Perempuan ini dijalankan secara bersamaan tiga kementerian yakni Kemendikdasmen, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (KemenkoPMK), dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPA).



Simak Video "Video: Mendikdasmen Imbau Siswa Jalan Kaki-Naik Sepeda ke Sekolah untuk Efisiensi Energi"

(cyu/nah)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork