Beberapa waktu lalu diperingati Hari Perempuan Sedunia pada 8 Maret. Momen ini, salah satunya, adalah bentuk penghargaan atas perempuan yang ikut membentuk peradaban manusia modern.
Sejarah mencatat, perkembangan teknologi dari masa ke masa tidak lepas jasa perempuan. Mulai dari penemu struktur DNA hingga penemu komet, semuanya berawal dari seorang perempuan.
Berikut ini nama-nama perempuan yang idenya berdampak pada pengetahuan peradaban modern, dikutip dari Science Focus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
10 Sosok Perempuan yang Idenya Mengubah Peradaban Dunia
1. Rosalind Franklin (Penemu Struktur DNA)
Ia merupakan seorang ahli kimia asal Inggris yang lahir pada 1902 di Notting Hill, yang menemukan struktur DNA. Sebagai penghargaan atas jasanya, ia dan rekan-rekannya dianugerahi Hadiah Nobel di bidang Fisiologi atau Kedokteran tahun 1962.
2. Dorothy Hodgkin (Penemu Struktur Insulin)
Anak sulung dari empat bersaudara itu lahir pada tahun 1910 dan sempat tinggal di Suffolk. Saat memperoleh gelar PhD di Cambridge, ia memetakan arsitektur kolesterol dan memeriksa struktur penisilin, yang menuai pro-kontra.
Pada 1950-an, fokus penelitiannya bergeser ke struktur insulin dan membuat model pertama molekul insulin. Ia kemudian mendapat Nobel di bidang kimia dengan "penentuan struktur zat biokimia penting menggunakan teknik sinar-X," tahun 1964.
3. Elizabeth Garrett Anderson (Dokter Wanita Inggris Pertama)
Pada 1800-an, untuk menjadi seorang dokter, tidak mudah. Anderson harus belajar secara otodidak di Universitas Paris, Prancis demi gelar kedokterannya. Namun, itu belum cukup untuk membuat dirinya menjadi dokter di Inggris.
Untuk itu, ia mendirikan Rumah Sakit Baru untuk wanita, yang kemudian menjadi Sekolah Kedokteran yang dipimpinnya. Hasil kampanye yang vokal membuahkan hasil manis, tahun 1867 perempuan di Inggris boleh untuk menyandang profesi dokter secara resmi.
Kiprahnya tidak berhenti di situ, setelah pensiun menjadi dokter ia masih aktif melawan patriarki dan menjadi wali kota perempuan pertama di Inggris. Kisahnya menjadi sumber inspirasi banyak wanita di Inggris bahkan dunia.
4. Lise Meitner (Penemu Fisi Nuklir)
Meitner mulai bekerja di bidang sains sejak tahun 1930-an di Jerman. Pasca melarikan diri dari Nazi dan menetap di Stockholm, ia mendapat informasi dari rekannya di Jerman terkait peluruhan radioaktif uranium.
Ia kemudian sadar bahwa uranium mengalami fisi nuklir, terbelah menjadi dua dan melepaskan sebagian dari cadangan energi nuklirnya yang sangat besar. Meski tidak pernah mendapat penghargaan Nobel, ia dijuluki sebagai Marie Curie-nya Jerman.
5. Cecilia Payne-Gaposchkin (Astronom Penemu Komposisi Bintang)
Lahir pada 10 Mei 1900, Payne-Gaposchkin merupakan orang pertama dengan gelar PhD di Radcliffe College, dan Profesor pertama di Harvard. Berkat imajinasi dan kerja keras yang luar biasa, ia mampu menentukan komposisi bintang dan lahirnya paham astrofisika.
Meski sempat mendapat penolakan, ia tetap yakin dengan pemikirannya selama bertahun-tahun. Pada 1956, ia mendapat gelar sebagai Profesor Astronomi dari Universitas Harvard.
6. Inge Lehmann (Penemu Komposisi Inti Bumi)
Ia adalah seorang seismolog asal Denmark yang membuktikan bahwa Bumi memiliki inti dalam yang padat. Butuh waktu 10 tahun (1929-1938) untuk mengungkap apa sebenarnya yang ada di inti bumi.
Pada 17 Juni 1929, sekitar pukul 10:17 waktu setempat, gempa bumi berkekuatan 7,3 magnitudo mengguncang Pulau Selatan Selandia Baru. Gelombang gempanya tercatat oleh banyak seismometer di seluruh dunia, dan ia menemukan kejanggalan.
Ia menyadari bahwa gelombang seismik yang tiba antara sekitar 104Β° dan 140Β° dari episentrum telah berinteraksi dengan inti dalam yang padat. Sehingga penemuannya membantah kepercayaan yang sebelumnya yang mengatakan bahwa inti bumi berupa cairan.
7. Caroline Herschel (Penemu Komet)
Sejak memutuskan untuk menjadi astronom, Herschel bersama William sang kakak berhasil mencatat sekitar 2500 nebula dan gugusan bintang baru. Pada 1787, Herschel dan kakaknya dipekerjakan oleh Raja George III sebagai astronom kerajaan.
Menurut catatan sejarah, ia telah berhasil menemukan 14 nebula baru, delapan komet, dan menambah 561 bintang baru ke Atlas Flamsteed.
Meski tidak sepopuler kakaknya, ia berhasil mendapatkan Medali Emas Royal Astronomical Society tahun 1838. Serta namanya diabadikan menjadi nama sebuah komet, asteroid, dan kawah di bulan, hingga teleskop luar angkasa.
8. Katherine Johnson (Komputer Misi Pertama NASA)
Ia adalah ahli matematika yang berjasa atas pemecahan persamaan secara manual pada tahun-tahun pertama NASA. Tutup usia pada 2020 lalu sampai usia 101 tahun, Johnson terlibat dalam Proyek Mercury, program luar angkasa berawak pertama negara Amerika.
Tahun 1961, dirinya menganalisis lintasan untuk misi Freedom 7 Alan Shepard, misi pertama yang membawa seorang warga Amerika ke luar angkasa. Tahun berikutnya, ia memverifikasi perhitungan dari komputer NASA, IBM 7090 secara manual.
Pada 2015, saat menginjak usia 97 tahun, ia dianugerahi penghargaan oleh Presiden AS, Barack Obama. Hadiahnya berupa Medali Kebebasan Kepresidenan, sebuah penghargaan sipil tertinggi di AS.
9. Valentina Tereshkova (Astronot Wanita Pertama)
Wanita berkebangsaan Uni Soviet itu berhasil menginjakkan kakinya di bulan, dan menjadi astronot wanita pertama. Pada tanggal 16 Juni 1963 adalah momentum bersejarah baginya, karena berhasil mencapai ruang angkasa.
Ia mengorbit Bumi 48 kali dalam misi yang berlangsung hampir tiga hari, dan pada usia 26 tahun ia tetap menjadi wanita termuda dan warga sipil pertama yang mengunjungi luar angkasa.
Saat kembali ke Bumi, ia terus menginspirasi generasi mendatang sebagai anggota pemerintah berpangkat tinggi, mewakili perempuan Soviet di berbagai posisi di panggung global.
10. Janet Taylor (Perancang Navigasi Maritim)
Lahir pada 13 Mei 1804, ia tumbuh menjadi seorang penulis produktif risalah dan buku teks kelautan. Sosoknya juga mengelola Akademi Kelautan miliknya sendiri di Minories, London.
Tahun 1835, ia mendapat penghargaan atas karyanya berupa tabel bulan yang bermanfaat bagi pelaut saat itu. Meski kematiannya cukup misterius, dunia mengenalnya sebagai "Guru Navigasi."
Nah, itu dia nama-nama perempuan yang berjasa atas kemajuan peradaban dunia, dan masih diingat bahkan digunakan sampai sekarang.
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.
(sls/faz)











































