Sosok Amelia, Masinis MRT Perempuan Peraih Beasiswa S2 ke Inggris

Sosok Amelia, Masinis MRT Perempuan Peraih Beasiswa S2 ke Inggris

Nikita Rosa - detikEdu
Kamis, 05 Mar 2026 14:30 WIB
Amelia Khairani
Amelia Khairani baru saja menamatkan studinya di University of Birmingham dengan beasiswa pada akhir 2025. Begini kisahnya. Foto: Nikita Rosa/detikcom
Jakarta -

Sudah lebih dari tujuh tahun Amelia Khairani Sutrisno duduk di kursi kemudi MRT Jakarta. Namun pada September 2024 lalu, masinis MRT itu kembali duduk di bangku perkuliahan.

Amelia, panggilan akrabnya, menjemput cita-citanya di University of Birmingham, Inggris. Ia menekuni studi Railway System Engineering and Integration yang sejalur dengan bidang pekerjaannya.

Dengan beasiswa LPDP, Amelia menamatkan studinya pada Desember 2025. Putri Agus Sutrisno itu mengatakan, menjemput studi di Inggris bukanlah perjalanan yang mudah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menyeimbangkan Karier dan Studi

Amelia mulai mengumpulkan berkas pendaftaran sejak 2023. Dengan jadwal kerjanya yang padat, ia mengaku harus mengorbankan waktu istirahatnya.

ADVERTISEMENT

"Saya tuh dinasan itu dari pagi sampai malam ada terus. Yang dilakukan adalah saya cuma isi waktu ketika reses, reses itu di Stasiun Lebak Bulus saya belajar," cerita Amelia kepada detikEdu, Kamis (5/3/2026).

"Ini real saya belajar, kalau nggak kayak gitu nggak akan bisa kejar targetnya kan. Jadi memang kalau memang mau, ada sebuah keinginan, ada cita-cita, ya memang kita harus ada yang dikorbankan," tambahnya.

Ambil Jurusan 'Sulit'

Amelia sengaja mengambil jurusan Railways System Engineering karena studi sebelumnya di bidang jalur kereta. Meski termasuk 'sulit', Amelia mengaku sudah terlanjur suka dangan bidang ini.

Selain itu, Amelia juga merasa terpanggil untuk memecah gender stereotype industri perkeretaapian yang didominasi oleh laki-laki.

"Jadi kayak itu evidence kalau sebetulnya pekerjaan ini sangat terbuka untuk perempuan-perempuan," ceritanya.

Culture Shock di Inggris

Datang dari negara tropis, Amelia mengaku kaget dengan cuaca dingin di Inggris. Ia berpesan jika ingin studi di luar, hal utama yang harus disiapkan adalah kesehatan.

"Kalau culture shock, kayak cuaca, apalagi kita di tropical country, jadi memang harus preventifnya banyak, persiapan obat, dan lain sebagainya," ujarnya.

Selain itu, Amelia menyarankan persiapan finansial. Walaupun mendapat beasiswa, cadangan dana pribadi menurutnya akan bermanfaat.

"Jadi meskipun kita dapat beasiswa, kita juga harus tetap menyiapkan dana-dana yang memang mungkin membantu kita ketika kita sampai di negara studi," pesannya.




(nir/twu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads