Siham Hamda Zaula Mumtaza, mahasiswa Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2019, berhasil menuntaskan ujian skripsi pada Kamis (29/1/2026) di UGM.
Mahasiswa asal Jepara yang akrab disapa Siham ini merupakan penyandang disabilitas autisme Asperger. la juga tercatat sebagai penerima beasiswa Bidikmisi yang kini beralih menjadi Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam ujian skripsinya, Siham mempertahankan karya ilmiah berjudul 'Tingkah Laku Harian Domba Ekor Tipis di Pusat Penelitian Ternak Fakultas Peternakan UGM'. Penelitian tersebut dilakukan di Pusat Penelitian Ternak Fapet UGM, demikian dilansir dari rilis UGM yang diterima, Kamis (29/1/2026).
Ujian skripsi itu dilaksanakan di hadapan tim penguji yang terdiri dari Prof Dr Ir Tri Satya Mastuti Widi, SPt, MP, MSc, IPM, ASEAN Eng; Ir Riyan Nugroho Aji, SPt, MSc, IPP, serta Ir Hamdani Maulana, SPt, MSc, IPP.
Mahasiswa autisme asperger sukses lulus skripsi S1 UGM Foto: (Dokumentasi Fakultas Peternakan UGM) |
Menurut Prof Dr Ir Tri Satya Mastuti Widi yang akrab disapa Vitri, selama menempuh pendidikan di Fapet UGM, Siham dikenal tekun dan konsisten dalam menjalani proses akademik hingga tahap akhir studi.
"Anaknya tekun dan serius dalam penelitian, bahkan sangat detail. Hal-hal detail yang mungkin orang terlewat, Siham mampu mengerti dan memahaminya dengan baik," ujar Vitri yang juga menjadi pembimbing akademik Siham sejak 2019, termasuk saat menjabat Ketua Program Studi (Kaprodi) S1.
Siham mengaku tidak ada persiapan khusus untuk menghadapi ujian skripsi kali ini. Meski terdapat beberapa catatan revisi, ia mengaku merasa lega usai menjalani ujian skripsi.
"Ya, agak lega meski ada revisi minor," tutur Siham usai sidang skripsi.
Perasaan serupa juga dirasakan keluarga Siham yang turut mendampingi selama sidang berlangsung. Mereka adalah Endang Srimurwatiningsih (bude) dan dr. Ika Fenti (kakak sepupu).
"Sepertinya biasa saja. Tidak ada persiapan khusus. Tapi kalau revisi draft skripsi sebelum sidang hari ini memang Siham fokus dan selalu meluangkan waktu," kata Ika.
Pendampingan Akademik Sewaktu Kuliah
Memberikan pendampingan bagi penyandang disabilitas seperti autisme memang memerlukan pendekatan dan kondisi tertentu. Dosen pembimbing skripsi Siham, Vitri menjelaskan, bahwa mahasiswa seperti Siham pada dasarnya hanya perlu dipahami.
Vitri mengakui bahwa dalam proses penulisan skripsi, pendampingan yang diberikan memang membutuhkan waktu lebih lama. Meski demikian, secara keseluruhan tidak ada kendala berarti karena motivasi Siham dinilai sangat baik.
Selama mendampingi Siham, Vitri menilai peran supporting system terbesar datang dari keluarga, terutama pakdhe, budhe, dan kakak sepupunya, karena Siham tinggal di rumah bersama mereka selama di kuliah.
Selain itu, Siham aktif di Unit Layanan Disabilitas (ULD) UGM dan menjadi salah satu role model, dengan dukungan penuh dari ULD untuk kelancaran studinya.
Siham diketahui didiagnosis autisme Asperger sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD). Suara keras atau bentakan menjadi hal yang cukup berat baginya. Karena itu, dalam keseharian, Siham lebih banyak beraktivitas secara mandiri tanpa melibatkan banyak orang.
Sebagai kampus kerakyatan, UGM menegaskan keterbukaannya bagi siapa pun yang ingin menempuh pendidikan, termasuk penyandang disabilitas seperti Siham.
Fapet UGM tidak hanya memberikan pendampingan akademik, tetapi juga mendukung supporting system dengan menyediakan buddy atau mentor, serta melakukan sosialisasi kepada dosen dan sivitas akademika terkait isu disabilitas.
(nwk/nwk)












































