Lulus S2 Kurang dari 2 Tahun, Aji Wikandaru Raih IPK 4.00 di UGM

Lulus S2 Kurang dari 2 Tahun, Aji Wikandaru Raih IPK 4.00 di UGM

Abdur Rahman Ramadhan - detikEdu
Kamis, 29 Jan 2026 08:30 WIB
Lulus S2 Kurang dari 2 Tahun, Aji Wikandaru Raih IPK 4.00 di UGM
Aji Wikandaru. Foto: UGM
Jakarta -

Ketekunan dan keberanian mengambil risiko membawa Aji Wikandaru (28) meraih hasil gemilang. Lulusan Magister Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian UGM ini berhasil menyelesaikan studi hanya dalam waktu 1 tahun 10 bulan dengan IPK sempurna 4,00.

Pencapaian tersebut membuat Aji menjadi salah satu dari 10 lulusan program magister terbaik dalam wisuda pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) yang digelar di Grha Sabha Pramana, Rabu (21/1).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tinggalkan Pekerjaan Demi Mengejar Ilmu

Sebelum kembali ke bangku kuliah, Aji sempat bekerja di dunia industri selama tiga tahun, mulai dari sektor retail hingga manufaktur. Keputusan untuk melanjutkan pendidikan S2 bukan hal mudah, sebab ia harus meninggalkan pekerjaannya dan memulai perjalanan akademik dari awal.

"Setelah lulus saya sempat bekerja di perusahaan retail, lanjut ke manufaktur, dipindahtugaskan juga di berbagai area Jawa," ujar Aji, dikutip dari laman resmi UGM.

ADVERTISEMENT

Dengan dukungan orang tua, Aji menjalani masa studinya dengan penuh semangat. Ia juga aktif mengikuti berbagai kegiatan internasional seperti student exchange di Kasetsart University, Thailand, magang di GS1 Thailand, hingga menjadi student auditor bersama ASIIN dalam audit di Universitas Padjadjaran.

Meski sibuk, Aji tetap menyempatkan diri menyalurkan hobinya bermain basket. Ia bahkan bergabung dengan tim basket pascasarjana UGM dan ikut bertanding dalam Porsenigama 2024 dan 2025.

"Saya tidak menyangka. Ketika kita berani mengambil risiko untuk berbuat lebih baik dan mengembangkan diri," tuturnya.

Riset Virtual Reality hingga Makna Ketulusan dalam Belajar

Dalam penelitiannya, Aji mengembangkan aplikasi simulasi pergudangan agroindustri berbasis virtual reality (VR).

Bersama mahasiswa Teknologi Informasi, ia menciptakan sistem pembelajaran interaktif yang memungkinkan mahasiswa mempraktikkan kegiatan pergudangan seperti inbound, proses, dan outbound barang melalui dunia virtual.

Tesis ini ia kerjakan di tengah masa pemulihan cedera lutut (ACL) yang memaksanya menunda kelulusan selama enam bulan. Namun, tantangan tersebut justru memperkuat tekadnya untuk menuntaskan studi dengan hasil terbaik.

"Kalau kita tidak ada rasa tulus, ego itu tidak siap untuk gagal. Kalau kita sudah bisa usaha, tetap selalu siapkan sisa ruang untuk legowo," ungkapnya.

Aji juga menekankan bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang. Menurutnya, teori perlu diimbangi dengan pengalaman lapangan agar mahasiswa lebih siap menghadapi dunia kerja.

"Mahasiswa datang dengan persoalan nyata yang pernah mereka hadapi, diskusinya akan lebih mengalir," katanya.

Aji berpesan kepada mahasiswa untuk terus terbuka dengan dinamika dan tantangan yang ada. Menurutnya hal itu dapat menuntun mahasiswa untuk keluar dari zona nyaman dan berkembang.




(nah/nah)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads