Kisah Yulistika, Kuliah Sambil Kerja tapi Tetap Jadi Lulusan Terbaik UGM

Kisah Yulistika, Kuliah Sambil Kerja tapi Tetap Jadi Lulusan Terbaik UGM

Cicin Yulianti - detikEdu
Rabu, 28 Jan 2026 08:30 WIB
Kisah Yulistika, Kuliah Sambil Kerja tapi Tetap Jadi Lulusan Terbaik UGM
Yulistika saat diwisuda. Foto: UGM
Jakarta -

Yulistika Rahayu tengah berbangga atas perolehan prestasinya sebagai wisudawan terbaik program Magister Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia baru saja lulus dari prodi Magister Manajemen.

Selain itu, ia memperoleh IPK sempurna yakni 4. Padahal, ia sibuk bekerja di sebuah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Bagaimana kisah Yulistika dalam menempuh S2-nya hingga meraih predikat ini disamping sibuk bekerja?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mahasiswa Lintas Jurusan

Yulistika tidak menyangka dapat menjadi lulusan terbaik di jurusan yang baru baginya. Sebelumnya, Yulistika menempuh sarjana teknik industri.

ADVERTISEMENT

"Keputusan saya melanjutkan studi didorong oleh keinginan untuk fokus pada pengembangan diri. Saya merasa kemampuan berpikir kritis dan leadership perlu diperbarui agar lebih relevan dengan tuntutan dunia profesional saat ini," ujarnya, dikutip dari laman UGM, Selasa (27/1/2026).

Kuliah dalam Kondisi Hamil

Selain itu, selama menjalani kuliah S2 Yulistika ternyata dalam kondisi hamil. Sehingga ia merasakan dinamika yang beragam.

Di tengah masa studi, Yulistika melahirkan. Pada waktu yang berdekatan, Yulistika kemudian diguncang oleh duka karena sang ayah meninggal dunia.

Meski demikian, ia bertekad untuk menyelesaikan kuliah dalam waktu cepat. Untungnya, kondisi kampus cukup kondusif dan suportif.

Lulus S2 dengan Memuaskan

Kendala-kendala yang Yulistika alami tak menyurutkan tekadnya. Ia justru terpicu untuk fokus, konsisten, dan berkomitmen dengan proses.

Meski masa studi S2-nya berat, tetapi Yulistika mampu merampungkannya dalam waktu 1 tahun 9 bulan 9 hari. Ia juga berhasil meraih IPK 4.

Adapun topik penelitianya mengangkat kondisi di perusahaannya. Ia melakukan analisis kompetensi yang dibutuhkan perusahaan untuk bertransformasi dan beradaptasi.

"Saya berharap hasil penelitian ini bisa menjadi bahan refleksi dan rujukan nyata dalam proses transformasi perusahaan," ungkapnya.

Saat menyampaikan pesan di hadapan wisudawan lain, Yulistika berpesan kepada mahasiswa untuk tidak terus fokus dalam mengejar impian dan selalu berkomitmen dengan proses.

"Jalani semuanya satu per satu. Jangan ragu untuk saling membantu, karena perjalanan ini akan terasa jauh lebih ringan ketika dijalani bersama," pungkasnya.




(cyu/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads