Cerita Mardiah Tamatkan S3 di Usia 26 Tahun

Cerita Mardiah Tamatkan S3 di Usia 26 Tahun

Nikita Rosa - detikEdu
Rabu, 31 Des 2025 17:30 WIB
Cerita Mardiah Tamatkan S3 di Usia 26 Tahun
Mardiah Lulus S3 di Usia 26 Tahun. (Foto: Laman Resmi IPB University)
Jakarta -

Mardiah Rahmadani berhasil menorehkan prestasi akademik istimewa. Di usianya yang baru 26 tahun, ia berhasil menamatkan jenjang pendidikan S3.

Tak hanya itu, ia juga lulus denganIPK sempurna 4,00. Prestasi ini membuatnya dinobatkan sebagai Lulusan Terbaik Program DoktorIPB University pada Wisuda Tahap V, Desember lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diketahui, Mardiah menuntaskan program doktor dalam waktu 35 bulan saja. Sebelumnya, ia telah mengikuti perkuliahan di IPB Universitas dari jenjang S1 hingga S3 dalam waktu kurang dari delapan tahun.

Mardiah bercerita jika ia merupakan penerima beasiswa Sarjana Unggul (Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul/PMDSU) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Beasiswa ini membuatnya bisa lulus cepat dari program S2 dan S3.

ADVERTISEMENT

"Kesempatan belajar hingga jenjang doktor dapat saya wujudkan berkat dukungan beasiswaPMDSU," ujarnya dalam lamanIPB University dikutip Rabu (31/12/2025).

Mardiah menempuh studi pada Program Studi Doktor Ilmu Nutrisi dan Pakan, Fakultas Peternakan. Ketertarikannya pada bidang ini muncul dari kesadaran akan pentingnya inovasi pakan berbasis sumber daya lokal bagi kemajuan peternakan nasional.

Disertasinya yang berjudul "Optimasi Pati Terdegradasi diRumen pada Bahan Pakan Lokal melalui Pengolahan Asam Organik dan Heat Moisture" mengkaji karakteristik pati bahan pakan lokal sebagai sumber karbohidrat ruminansia, sekaligus menawarkan teknologi modifikasi pati yang ramah lingkungan, aplikatif, dan mudah diterapkan di tingkat peternak.

Selama menjalani studi pascasarjana, Mardiah telah menerbitkan 17 publikasi ilmiah terindeks Scopus, H-index 5, dan satu publikasi nasional. Ia menilai capaian tersebut tidak lepas dari dukungan ekosistem akademik kampus.

"Dukungan grup riset, dosen pembimbing, fasilitas laboratorium, para laboran, serta rekan-rekan peneliti sangat membantu proses riset saya," ungkapnya.

Mardiah juga aktif mengikuti berbagai konferensi internasional di dalam dan luar negeri untuk memperluas jejaring akademik. Saat ini, Mardiah melanjutkan program postdoctoral di dalam negeri untuk memperkaya pengalaman riset.

"Saya berharap pengalaman ini menjadi bekal untuk terus berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan sektor peternakan Indonesia," tuturnya.




(nir/nwk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads