Perjuangan Betran, Anak Penjual Es Teh Jadi Wisudawan Peraih IPK Tertinggi UNY

Perjuangan Betran, Anak Penjual Es Teh Jadi Wisudawan Peraih IPK Tertinggi UNY

Callan Rahmadyvi Triyunanto - detikEdu
Jumat, 26 Des 2025 10:00 WIB
Perjuangan Betran, Anak Penjual Es Teh Jadi Wisudawan Peraih IPK Tertinggi UNY
Foto: (Dokumentasi UNY)
Jakarta -

Anak penjual es teh ini jatuh bangun untuk kuliah. Namun perjuangannya tak sia-sia, dia diganjar jadi wisudawan ber-IPK tertinggi di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), 3,98 dari 4,00. Ini kisah Betran Yunior.

la membuktikan bahwa latar belakang sederhana tak menghalangi langkahnya meraih prestasi gemilang. Perjalanannya bermula di sekolahnya di Palembang, tempat orang tuanya setiap hari berjualan es teh.Dari situ, ia menapaki setiap langkah dengan kerja keras dan tekad, hingga akhirnya berhasil mencapai mimpinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Betran berasal dari keluarga sederhana. Ayah dan ibunya, Zulkarnain dan Wanida, tak menempuh pendidikan tinggi dan setiap hari berjualan es teh untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Meski hidup mereka sederhana, mereka selalu menanamkan satu nilai penting, bahwa pendidikan adalah jalan untuk mengubah hidup.

"Tugasmu cuma belajar, biar pintar, tidak usah pikirin yang lain," pesan sang ayah, yang selalu diingat Betran.

ADVERTISEMENT

Strategi dan Ketekunan Menjadi Kunci

Betran menempuh pendidikan S1 di Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNY. la menyadari bahwa kesungguhan adalah modal utama dalam menempuh studi.

Ketekunan menjadi kunci keberhasilannya, mulai dari mengerjakan tugas maksimal, menyimak penjelasan dosen, hingga memanfaatkan setiap kesempatan diskusi.

"Keaktifan di kelas itu sangat membantu. Kalau kita sudah paham di kelas, waktu belajar di luar jadi lebih efisien," tuturnya.

Strategi ini membuatnya mampu menjaga prestasi akademik sekaligus tetap aktif dalam kegiatan non-akademik.Tantangan terbesar datang dari mata kuliah Metodologi Penelitian. Alih-alih menyerah, Betran rajin bertanya, berdiskusi, dan memanfaatkan berbagai sumber belajar digital.

Perjalanan akademiknya juga terbantu oleh beasiswa. Sejak SMA, ia mendapatkan pendidikan berbasis afirmasi di salah satu SMA terbaik di Sumatera Selatan tanpa biaya. Saat kuliah di UNY, ia kembali menerima Beasiswa KIP-Kuliah, yang meringankan biaya kuliah dan memberi kesempatan baginya untuk belajar tanpa membebani orang tuanya.

Momen Wisuda dan Harapan Masa Depan

Masa awal kuliah menjadi momen tersulit bagi Betran. Datang ke Yogyakarta sendirian, tanpa keluarga maupun teman, membuatnya sempat merasa asing dan kesepian. Namun perlahan, dukungan teman-teman seperjuangan menjadi penopang semangatnya hingga akhir masa studi. Betran Yunior akhirnya menyandang gelar SIKom dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi yakni 3,98 dalam wisuda UNY periode Desember yang dilaksanakan pada Selasa (23/12/2025) di Gedung Olahraga (GOR) UNY, ditulis Jumat (26/12/2025).

Bagi Betran, wisuda bukan sekadar seremoni. Momen itu menjadi simbol perjuangannya sekaligus menandai dirinya sebagai sarjana pertama di keluarganya.

"Wisuda ini sangat berharga bagi saya dan keluarga. Ini membuktikan bahwa dengan niat dan tekad yang kuat, pendidikan tinggi bukanlah sesuatu yang mustahil," ujarnya.

Ke depan, warga Kelurahan Duku, Kecamatan Ilir Timur Tiga, Palembang, ini bercita-cita berkarier di industri kreatif.

Selama kuliah, ia membekali diri lewat magang dan kegiatan sukarelawan. la berharap ilmu yang didapat tidak hanya mengubah hidupnya, tetapi juga bermanfaat bagi orang lain. Betran menyampaikan pesan sederhana namun bermakna bagi mahasiswa UNY.

"Duduk di bangku kuliah adalah sebuah privilese. Nikmati prosesnya, perbanyak teman, dan eksplor sebanyak mungkin pengalaman," pesannya.




(nwk/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads