Besok Ada Fenomena Oposisi Mars dan Hujan Meteor, Bisa Dilihat dari Indonesia!

Besok Ada Fenomena Oposisi Mars dan Hujan Meteor, Bisa Dilihat dari Indonesia!

Fahri Zulfikar - detikEdu
Rabu, 07 Des 2022 15:30 WIB
Planet Jupiter (atas) Venus (tengah) dan Mars (bawah) membentuk segitiga saat terjadi konjungsi dilihat dari kota Kudus, Jawa Tengah, Kamis (29/10). Konjungsi planet yang terlihat diatas ufuk timur waktu pagi itu terjadi ketika planet-planet itu bergerak berdekatan sama lain sampai ke titik dimana dari bumi terlihat selaras di langit karena orbit planet sebagian besar berada pada bidang yang sama. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/pd/15.
Foto: ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/ilustrasi fenomena langit
Jakarta -

Fenomena oposisi Mars akan terjadi pada Kamis, 8 Desember 2022. Fenomena ini terjadi saat Matahari-Bumi-Mars berada pada satu garis lurus. Apakah fenomena ini bisa disaksikan dari langit Indonesia?

Peneliti Pusat Riset Antariksa Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andi Pangerang mengatakan bahwa fenomena oposisi Mars terjadi setiap rata-rata 25,6 bulan (2,13 tahun) sekali.

"Fenomena terakhirnya terjadi antara lain pada 27 Juli 2018 dan 23 Agustus 2020," terangnya dikutip dari laman resmi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Rabu (7/12/2022).

Andi mengatakan oposisi Mars 8 Desember akan terjadi sekitar pukul 12.35 WIB/13.35 WITA/14.35 WIT.

Pada saat itu, Mars akan dapat disaksikan di Indonesia dari arah Timur Laut sekitar waktu Matahari terbenam.

"Fenomena ini dapat disaksikan tanpa menggunakan alat bantu optik selama: cuaca cerah, medan pandang bebas dari penghalang dan lokasi pengamatan bebas dari polusi cahaya," jelasnya.

Planet Mars Lebih Terang dari Bintang Lainnya

Dengan posisi yang berlawanan dengan Matahari, Mars akan berjarak lebih dekat dengan Bumi. Sehingga, Mars akan terlihat lebih terang dibandingkan dengan malam-malam lainnya.

Oposisi Mars analog dengan fase purnama pada Bulan dan fase konjungsi superior pada planet dalam (Merkurius dan Venus). Hal ini dikarenakan seluruh permukaan Mars yang menghadap Bumi terkena cahaya Matahari.

"Ketika planet merah ini beroposisi dengan Matahari, jarak Mars dari Bumi bervariasi antara 54,6 hingga 102,1 juta kilometer. Inilah yang kemudian membuat kecerlangan Mars saat oposisi bervariasi antara -2,88 hingga -1,22," papar Andi.

"Jika dibandingkan dengan bintang paling terang dari Bumi yang bermagnitudo -1,46; yakni Sirius, kecerlangan Mars saat oposisi bervariasi antara 0,8 hingga 3,7 kali lebih terang," imbuhnya.

Fenomena Hujan Meteor 8 Desember

Selain oposisi Mars, tanggal 8 Desember 2022 juga akan ada fenomena hujan meteor bernama Sigma Hydrid.

Mengutip akun instagram resmi Lapan, dijelaskan bahwa Sigma Hydrid adalah hujan meteor dengan titik radiant (titik asal kemunculan meteor) terletak di dekat bintang Sigma Hydrae konstelasi Hydra, yang berbatasan juga dengan konstelasi Monoceros.

Fenomena ini dapat disaksikan di seluruh Indonesia dan arah timur sejak 8 Desember pukul 21.15 waktu setempat (sesuai zona waktu masing-masing) hingga meredup di arah barat sebelum Matahari terbit.

Untuk intensitas di Indonesia hanya 6-7 meteor/jam. Hal ini dikarenakan ketinggian titik radian saat transit antara 77-90 derajat di atas ufuk selatan (untuk 11 derajat LS - 2 derajat LU) dan 86-90 derajat di atas ufuk utara (untuk 2-6 derajat LU).


Setelah hujan meteor Sigma Hydrid, masih ada hujan meteor lain di akhir tahun 2022 antara lain:

- Geminid 14 Desember 2022
- Coma Berenicid 16 Desember 2022
- Leonis Minorid 19 Desember 2022
- Ursid 23 Desember 2022.



Simak Video "4 Fenomena Langit yang Akan Terjadi di Desember 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/nwk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia