Mengenal Planet Mars dan Alasan Dijuluki Planet Merah

Mengenal Planet Mars dan Alasan Dijuluki Planet Merah

Putri Tiah Hadi Kusuma - detikEdu
Selasa, 06 Des 2022 14:30 WIB
Mars the red planet black background
Foto: Getty Images/iStockphoto/Martin Holverda
Jakarta -

Mars adalah planet terdekat keempat ke Matahari. Planet Mars mendapatkan julukan sebagai Planet Merah karena permukaan planetnya yang nampak tandus dan juga berwarna kemerahan, demikian seperti dikutip dari buku Ensiklopedia Pelajar dan Umum oleh Gamal Komandoko.

Selain itu, mengutip dari buku Rangkuman Ilmu Alam Super Lengkap oleh Sartono, SPd Si, ukuran planet Mars lebih kecil dibandingkan Bumi, diameternya adalah sekitar 6.800 km atau setengah dari diameter Bumi.

Sementara itu, jarak antara Mars ke Matahari adalah 228 juta km, dengan periode revolusi 687 hari, dan berotasi dengan periode 24,6 jam. Mars mempunyai dua satelit, yaitu Phobos dan Deimos. Sedangkan jarak Mars ke Bumi, menurut situs Lapan bervariasi antara 54,6 juta kilometer hingga 102,1 juta kilometer, tergantung apakah Mars sedang beroposisi dengan Matahari atau tidak.

Satelit Phobos ditemukan pada 11 Agustus 1877, sedangkan Deimos ditemukan 11 Agustus 1879. Phobos adalah satelit terdekat dari Mars berjarak 9.370 km, sementara Deimos berjarak 23.500 km dari Planet Merah itu.

Dalam waktu 50 juta tahun, kedua satelit tersebut akan menabrak permukaan Mars atau pecah berubah menjadi struktur cincin yang mengitari planet tersebut, seperti dikutip dari buku Ensiklopedia Mini: Alam Semesta oleh Yusup Somadinata.

Alasan Disebut Planet Merah

Mars disebut juga Planet Merah karena pada saat udara bersih dan jernih (cuaca cerah) Mars terlihat berwarna merah. Hal ini disebabkan, oleh debu kemerahan yang mengandung besi (III) oksida di permukaan planet Mars.

Debu-debu itu diterbangkan oleh angin atau badai berkecepatan 20 km/jam ke seluruh planet, demikian dikutip dari buku Pengantar Ilmu Falak oleh Muhammad Hadi Bashori.

Permukaan Planet Mars

Dikutip dari buku Geografi: Menyingkap Fenomena Geosfer oleh Ahmad Yani, di planet Mars banyak terdapat gunung berapi raksasa. Salah satu di antaranya adalah Olympus Mons, gunung tertinggi di Mars yang mencapai 24 km (tiga kali lebih tinggi dari Gunung Everest) dengan lebar kaki 500-600 km.

Lebar kaldera yang terbentuk akibat letusannya miliaran tahun yang lalu adalah sekitar 80 kilometer. Selain Olympus Mons, masih banyak gunung api lainnya, termasuk yang sudah padam antara lain Arsia Mons, Ascraeus Mons, dan Pavonis Mons. Letak gunung-gunung tersebut terdapat di Dataran Tinggi Tharsis sepanjang 4.000 km dengan ketinggian 4.000 km.

Permukaan planet ini kering dan berbatu, dataran tinggi planet Mars tertutup oleh kawah-kawah, sedangkan sebagian besar dari daratan rendah oleh aliran lava, demikian dikutip dari buku Ruang Angkasa oleh Ian Braham.

Di sisi lain, planet Mars memiliki dua kutub padang es dan gas yang membeku, sebagaimana dikutip dari buku Segala Sesuatu tentang Alam Semesta oleh Azzurrino Riski.

Kutub utara Mars, memiliki tudung es yang berdiameter 1.000 km dengan ketebalan tudung es sekitar 2 km dan mengandung 1,6 juta km kubik es. Apabila kutub utara Mars mencair, maka air akan menutupi planet sedalam 7 meter. Sedangkan, tudung es di kutub selatan Mars mempunyai diameter sekitar 350 km dengan ketebalan tudung es sekitar 3 km.

Belahan utara Mars, pernah mengalami tubrukan yang disebabkan oleh meteor raksasa sepanjang 1.900 km pada empat miliar tahun yang lalu. Tubrukan tersebut menciptakan kawah terbesar yang berukuran 10.600 km x 8.500 km. Kemudian, kawah tersebut berubah menjadi lembah yang diberi nama Bonneville.

Musim di Planet Mars

Dikutip dari buku Fisika Atmosfer oleh Dr Indri Dayana, sumbu rotasi Mars juga miring 25 derajat terhadap orbit edarnya. Hal ini mengakibatkan Mars terdapat beberapa musim seperti halnya Bumi.

Panjang musim di Mars dua kali lebih lama daripada di Bumi karena disebabkan oleh orbit edar planet Mars lebih besar dari pada Bumi dan juga jarak Mars lebih jauh dari Matahari.

Atmosfer di Planet Mars

Sebagaimana dikutip dari buku Sistem Tata Surya oleh Sema Gul dan Penerbit Yudhistira, planet Mars merupakan planet mati yang di atasnya tidak terdapat makhluk hidup di Mars. Alasan utamanya karena atmosfer Mars merupakan campuran gas beracun yang mengandung karbon dioksida padat, sehingga tidak mungkin ada makhluk hidup yang bisa bernapas dan membutuhkan alat bantuan bernapas.

Selain itu, planet Mars tidak mempunyai air dan suhu planet di sekitar 550 C (55 derajat Celsius) dan terdapat angin topan dan badai gurun yang berlangsung selama berbulan-bulan. Pada siang hari, suhu di garis khatulistiwa mencapai 100 C (10 derajat Celsius).

Namun, karena tidak ada atmosfer yang menjaganya, maka suhu pada malam hari menurun drastis hingga -750 C (minus 75 derajat Celsius), sedangkan pada kutub-kutub pada planet Mars suhunya berkisar -1300 C (minus 130 derajat Celsius). Suhu ini berada di bawah tekanan atmosfer Mars, sehingga menyebabkan karbon dioksida yang ada di atmosfer membeku. Oleh karena itu, pada kutub-kutub planet Mars terdapat es-es karbon dioksida.



Simak Video "Eksplorasi Mars Berujung Menyisakan Sampah Luar Angkasa"
[Gambas:Video 20detik]
(nwk/nwk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia