Dosen Departemen Ilmu Biomedika Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi UGM, Drg Ika Dewi Ana, MKes, PhD menjadi salah satu penerima Habibie Prize tahun ini. Dia menerima penghargaan untuk bidang Ilmu Kedokteran dan Bioteknologi.
"Alhamdulillah berarti amanah lagi yang diberikan kepada saya. Mudah-mudahan saya bisa belajar lagi dari semua yang saya peroleh," kata Ika, dikutip dari situs UGM pada Jumat (11/11/2022).
Selain memperoleh Habibie Prize, Ika juga mempunyai sederet prestasi lainnya. Dua karya penelitiannya antara lain CHA Bone Graft dan CHA-based Hemostatic Sponge sudah didaftarkan dan dipasarkan di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, ada dua karya Ika yang lain yang tengah dalam proses translasi, satu di antaranya adalah membran untuk operasi dentokraniofasial. Sepak terjangnya dalam penelitian juga dituangkan ke dalam buku Biokeramik dan Rekayasa Jaringan yang terbit tahun 2021.
"Pada waktu saya melakukan penelitian itu, di Indonesia belum ada graft tulang yang dibuat. Semua yang kita pakai adalah produk luar," ungkapnya.
Ika pun pernah meraih Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI tahun 2014 lalu. Dua tahun berikutnya, dia mendapatkan Romanian Society for Biomaterials Excellence Award di Konstanta, Rumania dan Excellence Award dari International Society for Ceramics in Medicine di Charlotte, Amerika Serikat.
Kini, dia menjadi kapten di Pusat Kolaborasi Riset Perancah Biomedis yang ditetapkan oleh BRIN, bekerja sama dengan Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk, Pusat Riset Metalurgi dan Nanomaterial, dan Pusat Riset Teknologi Polimer di BRIN.
Melanjutkan Warisan BJ Habibie
Penghargaan ini adalah salah satu upaya melanjutkan harapan dan cita-cita Habibie dalam membangun sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul serta berdaya saing. Upaya ini sejalan dengan visi kenegaraan Presiden Joko Widodo dalam segi pengembangan SDM.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dr Laksana Tri Handoko, MSc menerangkan, BRIN memiliki komitmen melanjutkan legacy atau warisan dari Habibie, khususnya Habibie Award yang kini menjadi Habibie Prize dan melanjutkan spirit serta inspirasi yang dulu diusung oleh Habibie.
Habibie Prize diharapkan menjadi motivasi dan inspirasi untuk para peneliti, ilmuwan, juga masyarakat supaya terus berkarya dan berkontribusi di berbagai bidang, khususnya IPTEK untuk mendorong kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia. Para penerima Habibie Prize juga diharapkan terus produktif dan meningkatkan kontribusi pada bidang masing-masing dan melakukan yang terbaik untuk bangsa.
"Kami atas nama keluarga besar BRIN mengucapkan selamat kepada Bapak Ibu empat penerima penghargaan pada tahun ini," ujar Laksana.
Kepala BRIN turut berharap agar penghargaan ini bisa semakin memotivasi para penerima Habibie Prize untuk semakin berkarya dan memberikan inspirasi kepada generasi muda yang akan datang.
Tahun ini, ada empat penerima Habibie Prize pada empat bidang yang berbeda. Selain Ika, ada Naufan Noordyanto, SSn, MSn untuk bidang Ilmu Kebudayaan, Prof Dr Ocky Karna Radjasa, MSc untuk bidang Ilmu Dasar, dan Prof Dr Ir Riri Fitri Sari, MM, MSc untuk bidang Ilmu Rekayasa.
(nah/nwk)