Dapat Beasiswa Program IISMA, 10 Mahasiswa Indonesia Siap Kuliah di Belgia

Dapat Beasiswa Program IISMA, 10 Mahasiswa Indonesia Siap Kuliah di Belgia

Devi Setya - detikEdu
Jumat, 16 Sep 2022 08:00 WIB
KU Leuven Belgia
Ilustrasi kampus KU Leuven Belgia Foto: Bio Fox
Jakarta -

Sepuluh mahasiswa Indonesia terpilih menjadi penerima beasiswa untuk program IISMA. Mereka diberangkatkan untuk melakukan student exchange atau pertukaran pelajar ke Katholieke Universiteit (KU) Leuven, Belgia.

Indonesian International Mobility Awards (IISMA) merupakan program yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) RI dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Melalui program IISMA ini sudah ada ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang diberangkatkan ke berbagai kampus mitra di seluruh dunia.

Dilansir dari laman resmi Kemdikbudristek, rombongan yang baru saja diberangkatkan adalah 10 mahasiswa dari tujuh perguruan tinggi di Indonesia. Mereka diberangkatkan ke Belgia melalui bandara Soekarno-Hatta Jakarta.

Persiapan keberangkatan (Pre-Departure Briefing/PDB) ini dihadiri oleh perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Brussel. Kegiatan ini digelar secara daring pada 7 September 2022.

IISMA PDB yang ke-11 untuk Kawasan Eropa ini merupakan hasil kerja sama antara IISMA dengan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Pemberian arahan dan bekal informasi bagi mahasiswa

Sebelum diberangkatkan ke Benua Eropa untuk mengikuti program perkuliahan selama satu semester, para mahasiswa Indonesia ini mendapat pembekalan berupa arahan dan informasi. Tentu hal ini penting karena adanya banyak perbedaan antara di Belgia dan Indonesia.

Para mahasiswa Indonesia ini diharapkan bisa menjadi WNI yang baik, mengenal kebudayaan, serta informasi lainnya yang harus diketahui sebelum menjalani perkuliahan selama satu semester di KU Leuven.

Program IISMA merupakan bagian dari Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diselenggarakan oleh Ditjen Diktiristek Kemendikbudristek. Acara IISMA PDB dibuka oleh Sekretaris Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Gugup Kismono sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan ini.

Dalam sambutan dan paparannya, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kerajaan Belgia, Andri Hadi, yang didampingi oleh Nefertiti Hindratmo yang menjalankan Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya (Pensosbud) KBRI Brussel, Belgia, memberi pesan kepada seluruh awardee yang akan tinggal di Belgia bahwa kondisi Covid-19 saat ini sudah jauh lebih baik.

Dalam hal ini juga turut disampaikan bahwa para mahasiswa tetap harus menjaga kesehatan fisik. Kondisi cuaca yang sangat fluktuatif di Belgia harus dijadikan catatan tersendiri bagi awardee IISMA agar selalu siap menjaga kesehatan.

"Sudah tidak ada restriksi COVID-19 di Belgia. Sehingga penggunaan masker, penunjukan bukti vaksin, dan pembatasan sosial sudah tidak berlaku lagi. Mayoritas penduduk Belgia sudah melakukan vaksinasi primer (79%) dan booster (62%) dan kasus penularan COVID-19 sudah jauh menurun dibanding dengan kasus tahun-tahun kemarin," jelas Andri Hadi.

Informasi seputar Kota Leuven

Sebelum para mahasiswa ini menginjakkan kaki di Leuven, Nefertiti menceritakan profil singkat Kota Leuven sebagai kota pelajar yang memiliki Bahasa Belanda dengan aksen setempat (Vlaams). Aksen ini juga dikenal sebagai Flemish dalam Bahasa Inggris karena ada tiga bahasa yang populer di Belgia yakni Bahasa Prancis, Belanda, dan Jerman.

Tak hanya itu, sebagai informasi juga dijelaskan tentang jumlah populasi, iklim, rekomendasi tempat-tempat belanja kebutuhan primer, serta lokasi kota Leuven yang tidak jauh dari ibukota Belgia (Brussels).

Dengan informasi ini, diharapkan bisa membantu memudahkan bagi para awardee IISMA jika memerlukan bantuan dari KBRI Brussels. Selain itu, informasi mengenai biaya hidup di Belgia mengalami peningkatan akibat inflasi sehingga para mahasiswa diharapkan dapat bergaya hidup hemat.

"Yang tidak kalah pentingnya bagi para awardee adalah untuk melakukan registrasi kependudukan di City Hall dan lapor diri di KBRI Brussels via Peduli WNI setibanya di Belgia," imbaunya.

Keberangkatan para mahasiswa ke Belgia ini menjadi program IISMA yang kedua. Sebelumnya pernah ada mahasiswa program IISMA juga yang diberangkatkan ke Belgia pada 2021.

Nantinya mahasiswa ini dapat mempelajari berbagai hal selama kuliah di KU Leuven mulai dari budaya, pendidikan, hingga sosial masyarakat Belgia. Diharapkan para awardee ini dapat menjaga dan mengharumkan nama Indonesia hingga nantinya kembali lagi ke Tanah Air.



Simak Video "Belgia Kalah dari Maroko, Suporter Ngamuk!"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia