Kemendikbudristek: Teknologi Solusi Akses Pemerataan Pendidikan di RI

Inkana Putri - detikEdu
Jumat, 12 Agu 2022 18:41 WIB
Acara puncak peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-27 yang digelar secara daring dan luring di kantor Kemendikbudristek, Rabu (10/8).
Foto: Dok. Kemendikbudristek
Jakarta -

Proses pembelajaran di era pandemi mendorong tenaga pendidik, peserta didik, dan orang tua beralih menggunakan teknologi. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bahkan telah menerapkan teknologi sebagai upaya pemulihan pembelajaran pascapandemi.

Dalam hal ini, teknologi diharap dapat meningkatkan pendidikan di Indonesia sehingga lebih cepat pulih dan bangkit. Di samping itu, penerapan teknologi dalam proses pembelajaran juga diharap menjadi upaya untuk memajukan dunia pendidikan.

"Terobosan teknologi telah kita lakukan di berbagai bidang mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pendidikan tinggi, hingga vokasi. Kita bergerak bagaimana teknologi bisa menjadi solusi untuk akses kualitas, pemerataan, dan lompatan kemajuan pendidikan di seluruh Indonesia," ujar Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Iwan Syahril dalam keterangan tertulis, Jumat (12/8/2022).

Hal ini ia sampaikan dalam acara puncak peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-27 yang digelar secara daring dan luring di kantor Kemendikbudristek, Rabu (10/8).

Lebih lanjut, Iwan mengatakan sebelumnya, penerapan teknologi dalam proses pembelajaran sulit diterima. Namun, berkat upaya tenaga pendidik Indonesia membuat penggunaan teknologi dapat diterima.

"Kalau dulu guru-guru sangat sulit mendapatkan pelatihan-pelatihan karena batasan jarak dan biaya. Sekarang dengan teknologi para guru bergerak mengakselerasi transformasi pendidikan melalui teknologi pada platform Merdeka Mengajar. Ini jauh efisien biaya dan lebih simpel karena guru hanya membuka aplikasi di gawainya untuk mendapatkan modul-modul program prioritas Kemendikbudristek," imbuhnya.

Untuk itu, Iwan pun mengajak para pelaku pendidikan untuk berkolaborasi dan gotong royong dalam memberdayakan teknologi.

"Teknologi bisa menjadi solusi untuk memudahkan administrasi sehingga saat di sekolah guru bisa lebih fokus pada pembelajaran siswa, bisa meningkatkan kompetensi para guru melalui platform Merdeka Mengajar, serta bisa memberi masukan strategis untuk perbaikan yang berkelanjutan," jelasnya.

Senada dengan Iwan, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi), Kiki Yuliati pun mengajak para kepala sekolah untuk turut memanfaatkan teknologi. Salah satunya dengan membuat Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan (SMK PK).

"Kami menantang kepala sekolah untuk memanfaatkan teknologi sehingga mereka juga akan mengajak sekolah lainnya untuk bergerak menggunakan dan mengembangkan teknologi," katanya.

Bersambung ke halaman selanjutnya. Langsung klik

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia