Guru Ini Beberkan 4 Manfaat Gunakan Platform Merdeka Mengajar

Nikita Rosa - detikEdu
Kamis, 11 Agu 2022 21:03 WIB
Cara Aktivasi Akun Pembelajaran belajar.id
Ilustrasi belajar. (Foto: instagram @ditpsd)
Jakarta -

Kemendikbudristek turut merayakan Hari Kebangkitan Nasional (Harteknas) yang diperingati setiap tanggal 10 Agustus. Selain pagelaran inovasi, Kemendikbud juga mengadakan webinar tentang penggunaan platform teknologi dalam dunia pendidikan.

Mengusung tema Ekosistem Teknologi untuk Akselerasi Pendidikan Indonesia, Muhamad Hasan Chabibie selaku Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikbud menjelaskan keprihatinannya terhadap situasi dunia pendidikan.

"Kita sadar betul situasi pendidikan kita kurang lebih 15-20 tahun terakhir sebetulnya tidak mengalami kemajuan signifikan," ungkap Hasan dalam Webinar yang disiarkan langsung dalam YouTube Kemdikbud RI, Kamis (11/8/2022).

Hasan bertutur, situasi ini diperparah dengan pandemi yang melanda. Siswa terpaksa belajar dari rumah. Meski begitu, ia melihat kondisi ini menjadi peluang pemanfaatan teknologi di dunia pendidikan.

"Situasi pandemi covid ini memaksa ekosistem digital untuk tumbuh," ujar Hasan.

Selama dua tahun pandemi, dunia pendidikan terus berinovasi dengan diluncurkannya produk-produk digital. Salah satunya adalah platform Merdeka Mengajar.

Platform ini merupakan wadah digital di mana guru bisa menerapkan kurikulum Merdeka Belajar. Terdapat beragam fitur yang bisa guru coba antara lain fitur untuk menguji murid dengan soal (Asesmen Murid), modul buku guru dan siswa (Perangkat Ajar), tempat guru berbagi metode belajar yang dibagikan di kelas (Bagi Karya), dan masih banyak fitur lainnya.

Salah satu guru yang merasa terbantu atas hadirnya Merdeka Mengajar adalah Guru Fitriana. Guru Fitriana adalah salah satu pegiat platform Merdeka Mengajar dan rajin memanfatkan platform tersebut serta membagikan informasi kepada sesama guru.

"Kami para guru tanpa aba-aba dipaksa untuk melakukan loncatan yang begitu jauh. Dari ruangan nyata menjadi virtual," kata Fitriana.

"Ini sempat bimbang di awal pandemi. [Tapi] Kemendibudristek menjawab kekhawatiran dan permasalahan ini akhirnya di Februari 2020 platform Merdeka Mengajar diluncurkan," tuturnya.

Fitriana mengaku rekan-rekan gurunya sangat terbantu dengan Merdeka Mengajar. Selain membantu dalam proses belajar-mengajar, Fitriana juga bercerita ia bisa meningkatkan kompetisi sebagai guru melalui fitur-fitur yang tersedia.

"Ada juga latihan untuk meningkatkan kompetisi para guru dengan kurikulum Merdeka Belajar. [fitur] yang menjadi wadah saling menningkatkan [kualitas] diri dan ini yang paling menarik bagi kami para guru," ujar Fitriana.

Manfaat Platform Merdeka Mengajar

Fitriana bertutur, ada empat dampak positif yang ia dapatkan dari platform Merdeka Mengajar, yaitu:

1. Menambah Inspirasi

Fitur-fitur di Merdeka Mengajar meningkatkan inspirasi Fitriana dan rekan-rekan gurunya dalam mengembangkan metode pembelajaran. Salah satu fitur yang disebut meningkatkan inspirasi adalah Temu karya.

Fitur tersebut merupakan fitur yang bisa dimanfaatkan guru untuk membagikan produk pembelajaran yang digunakan di ruang kelas. Dalam hal ini, guru-guru bisa mengambil inspirasi dari karya guru lain di Indonesia.

"ATM. Amati, Tiru, Modifikasi," kata Fitriana.

2. Meningkatkan Kompetisi

Selain itu, Merdeka Mengajar juga memudahkan guru-guru dalam meningkatkan kompetensinya. Lewat fitur Pelatihan Mandiri, guru-guru bisa memilih kompetisi apa yang ingin mereka tingkatkan.

"Saya jadi bisa belajar secara mandiri skill apa yg perlu saya tambah. Saya bisa memberikan pelayanan terbaik dengan adanya Pelathan Mandiri, belajar bisa dari mana saja dan kapan saja," cerita Fitriana.

3. Kaya Kegiatan

"Jadi punya ragam kegiatan yang anti garing di kelas," canda Fitriana.

Fitriana bercerita, ia jadi mengetahui metode-metode baru dalam mengajar di kelas. Mengambil inspirasi dari Merdeka Mengajar, ia menerapkan pembelajaran Pancasila melalui koran.

Kepada murid-muridnya yang duduk di bangku kelas 4, ia meminta para murid untuk belajar tentang penerapan Pancasila dari koran. Selain mempelajari materi Pendidikan Kewarganegaraan, ia juga mengajarkan kosakata baru bagi muridnya.

4. Kelas Senang

Fitrana mengaku, murid-murid di kelasnya senang dengan pembelajaran yang didapat dari Merdeka Mengajar. Karya-karya yang dihasilkan di kelas bisa menjadi portofolio guru maupun siswa.

"Saya menyebut kelas senang karena dari senang senang itu sendiri murid saya bisa belajar mandiri. Kelas menjadi hidup dan menyenangkan." pungkas Fitriana.

Dalam kesempatan yang sama, disebutkan sudah lebih dari 364 ribu sekolah di 514 kabupaten dan kota yang telah menggunakan platform Merdeka Mengajar. Detikers, apa kamu termasuk salah satunya?



Simak Video "Respons Masyarakat Tentang Kebijakan Kemendikbudristek"
[Gambas:Video 20detik]
(nir/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia