Kisah Luvena, Siswi MAN yang Dapat Beasiswa Penerbangan Sipil di Rusia

Anatasia Anjani - detikEdu
Jumat, 22 Apr 2022 14:30 WIB
Luvena Penerima Beasiswa Rusia
Luvena penerima beasiswa Rusia.Foto: Kemenag
Jakarta -

Siswi madrasah kembali mengukir prestasi. Kali ini ada Luvena Lutfiana yang berhasil mendapat beasiswa kuliah di Moscow State Technical University of Civil Aviation (MSTUCA) Rusia. Jurusan yang ia pilih pun tak main-main yaitu penerbangan sipil.

Perguruan tinggi tempat Luvena berkuliah merupakan pendidikan tinggi terkemuka di Rusia yang melatih spesialis penerbangan sipil. Sebelumnya Luvena merupakan siswa dari Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Jambi.

Beasiswa Pemerintahan Rusia

Luvena bercerita telah mengikuti serangkaian seleksi untuk mendapatkan beasiswa kuliah di Rusia. Beasiswa yang ia dapatkan merupakan beasiswa pemerintahan Rusia.

Dalam beasiswa ini pemerintah Rusia memberikan kesempatan bagi pelajar dan mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan dari S1, S2, dan S3 di Rusia.

Ada beberapa tes yang harus dilewati Luvena mulai dari tes tulis hingga wawancara yang dilakukan pada akhir Januari 2022.

"Pendaftarannya bulan September tahun kemarin, terus ada tes tertulis sekali. Setelah itu, wawancara di akhir Januari dan pengumuman kelulusan pertengahan Februari kemarin," ujar Luvena mengutip dari laman Kemenag, Jumat (22/4/2022).

Rencana Studi Luvena di Rusia

Saat mendaftar, Luvena harus memilih enam kampus tujuan dengan jurusan yang sama. Ia bersyukur karena diterima pada pilihan pertama.

"Jadi pas pendaftaran, disuruh milih enam kampus tujuan dengan jurusan yang sama. Nah, dari tes tertulis tadi, kita ditentukan dapat kampus yang mana. Alhamdulillah, Luvena keterima di kampus pilihan pertama," kata Luvena.

Lebih lanjut, Luvena menceritakan selama menempuh studi beasiswa pemerintahan Rusia, ia akan berkuliah selama 5 tahun.

Satu tahun pertama ia akan masuk program bahasa Rusia di fakultas persiapan ( Pod Gotivitelny Fakultet atau Podfak). Program tersebut bersifat wajib untuk mahasiswa internasional.

Sedangkan untuk masuk semester pertama perkuliahannya akan dilakukan pada tahun kedua.

"Ketentuannya 5 tahun study. Yang satu tahun podfak, semacam pelatihan bahasa di kampus untuk mahasiswa internasional. Tahun kedua baru masuk semester pertama kuliah," papar Luvena.

Sementara itu, Kepala MTsN 1 Pati Ali Musyafak mengucap rasa syukur atas prestasi yang diraih oleh Luvena bisa kuliah di luar negeri.

"Ikut bangga, bahagia, dan bersyukur atas beasiswa yang didapat salah satu alumni MTsN 1 Pati ini, Mbak Luvena. Semoga selamat, bahagia, dan bermanfaat," tutur Ali.



Simak Video "Ada Beasiswa Pelatihan Guru di Jepang, Ini Syarat dan Fasilitasnya!"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/faz)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia