Puasa Ramadan di Inggris, Durasi 17 Jam tapi Nggak Berasa

Rosmha Widiyani - detikEdu
Rabu, 06 Apr 2022 06:00 WIB
Dates and Arabic style lamp on a table with copy space
Foto: Getty Images/iStockphoto/Creative-Family
Jakarta -

Inggris adalah negara tempat Asep Andi Suryandi melanjutkan pendidikannya sebagai graduate student. Asep yang kini berusia 35 tahun kuliah di The University of Manchester.

Meski sudah menghabiskan waktu selama 2,5 tahun di Inggris, Ramadan selalu memberikan pengalaman tersendiri bagi abdi negara ini. Ramadan 2022 adalah kali ketiga dia menjalankan puasa di negeri orang.

Kisah mahasiswa Indonesia di Inggris saat puasa Ramadan.Kisah mahasiswa Indonesia di Inggris saat puasa Ramadan. Foto: Dokumen Asep Andi Suryandi.

Salah satu pengalaman yang selalu dirasakan adalah durasi puasa yang mencapai 15-17 jam. Menurut Asep, durasi puasa makin lama seiring berakhirnya Ramadan. Subuh bisa hampir jam 4 pagi, sedangkan buka puasa nyaris pukul 9 malam.

"Walaupun waktu puasanya lebih panjang daripada di Indonesia, di UK tidak terlalu berasa puasanya terutama rasa haus karena udara yang dingin 5-10 derajat Celcius," kata Asep dalam pesan yang diterima detikEdu, Rabu (5/4/2022).

Asep mengatakan, puasa Ramadan di Inggris biasanya bersamaan dengan musim semi atau panas. Manchester sendiri termasuk kota dengan curah hujan tinggi. Dengan durasi puasa yang cukup lama, salat tarawih baru mulai jam 10 malam dan selesai pukul 12 malam.

Pengalaman lain yang dirasakan Asep adalah suasana Ramadan yang tidak seramai di Indonesia. Selain itu, makanan untuk buka puasa (takjil) didominasi hidangan Timur Tengah, beda dengan makanan Indonesia yang memang cocok dengan selera warganya.

Menyikapi perbedaan ini, Asep dan keluarganya mengikuti kegiatan dengan komunitas muslim Indonesia di Manchester, yaitu Keluarga Islam Manchester (KARISMA). Dia juga ikut kegiatan serupa untuk seluruh Inggris, yaitu Keluarga Islam di Britania Raya (KIBAR).

"Ada silaturahmi menjelang Ramadhan, tilawah bareng, buka bersama, halal bihalal, lomba-lomba Ramadhan untuk anak maupun dewasa (hafalan Quran, islamic story telling, membuat kartu ucapan,dll), kajian dan webinar online," ujar Asep.

Dengan perbedaan ini, tak heran jika Asep kangen dengan suasana Ramadan di Indonesia. Misal buka puasa bersama keluarga besar dengan takjil khas Indonesia yang mudah didapat.

Sayangnya, Asep belum akan pulang ke Indonesia salah satunya karena harga tiket yang cukup mahal. Meski tak pulang, Asep berharap puasa Ramadan bersama keluarga di Inggris tahun ini bisa berjalan dengan baik.



Simak Video "Ribuan Warga Medan Ikut Pawai Obor Sambut Ramadan"
[Gambas:Video 20detik]
(row/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia