Kain Ini Kelak Bisa untuk Telepon, Penelitinya Ada dari Indonesia Loh!

Nikita Rosa - detikEdu
Selasa, 22 Mar 2022 19:30 WIB
Kain akustik yang bisa mendengar hasil riset tim ilmuwan Massachusetts Institute of Technology (MIT) Amerika Serikat
Kain akustik yang bisa "mendengar" hasil riset tim ilmuwan Massachusetts Institute of Technology (MIT) Amerika Serikat (dok. MIT)
Jakarta -

Terbayang enggak suatu hari kelak kita bisa menerima panggilan telepon melalui baju. Atau pakaian mungkin bisa 'menguping' kehidupan kita, menangkap suara-suara di sekitar dan di dalam diri kita.

Imajinasi ini memang terdengar aneh. Namun ternyata, hal ini bisa saja terwujud sebentar lagi berkat temuan peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat dan Rhode Island School of Design.

Menurut pernyataan MIT dalam laman resminya, tim tersebut membuat bahan kain yang bisa bekerja seperti mikrofon dengan mengubah suara terlebih dahulu menjadi getaran mekanis, kemudian menjadi sinyal listrik. Mirip dengan cara telinga kita mendengar.

Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah bergengsi Nature pekan lalu. Salah satu kandidat doktor di MIT asal Indonesia Irmandy Wicaksono turut terlibat dalam riset ini.

"Dengan kain akustik ini, kita bisa menerima panggilan telepon atau berkomunikasi dengan orang lain," ujar penulis utama riset tersebut Wei Yan, yang juga asisten profesor di Nanyang Technological University (NTU), Singapura.

Dikutip dari laman Science News, Yan dan rekan-rekannya terinspirasi dari gendang telinga manusia. Gelombang suara menyebabkan getaran di gendang telinga, yang diubah menjadi sinyal listrik oleh koklea.

"Ternyata gendang telinga ini terbuat dari serat," kata Yoel Fink, guru besar bidang material di MIT yang turut berperan dalam riset tersebut.

Menurut Fink di lapisan dalam gendang telinga terdapat serat kolagen. Serat yang bersilangan ini berperan dalam pendengaran dan terlihat mirip dengan kain yang ditenun manusia.

Sama dengan apa yang terjadi di gendang telinga, suara menggetarkan kain pada skala nano. Dalam kain yang diciptakan tersebut, serat kapas dan bahan lain yang agak kaku disebut Twaron berfungsi mengubah gelombang suara yang masuk menjadi getaran.

Twaron dianyam bersama dengan benang menjadi serat tunggal yang mengandung campuran bahan piezoelektrik. Serat ini menghasilkan listrik ketika ditekan atau ditekuk.

Salah satu tim peneliti, Grace Noel mengungkapkan setelah melalui sejumlah pengujian kepekaan pada suara didapatkan kinerja serat pada membran sebanding dengan mikrofon genggam.

Meski disisipkan serat khusus, kain ini tetap nyaman dikenakan manusia. Kain pun diklaim tetap dapat berfungsi sebagai mikrofon meski sudah dicuci 10 kali.

Tim riset MIT juga merencanakan untuk mengaplikasikan serat akustik tersebut ke dalam pakaian ibu hamil. Tujuannya untuk membantu memantau detak jantung janin bayi.

Selain itu, serat ini terbuka untuk diaplikasikan di berbagai bidang teknologi. Seperti disematkan pada bangunan untuk mendeteksi retakan bahkan pada jaring untuk memantau ikan di lautan.

Penelitian ini didukung sebagian oleh US Army Research Office melalui Institute for Soldier Nanotechnologies, National Science Foundation, Sea Grant NOAA.



Simak Video "Peneliti Mesir Ciptakan Kursi Roda yang Bisa Dikendalikan 'Otak'"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia