5 Peneliti Muda Raih Pendanaan Riset dari Program NRC Fellowship

Tim detikcom - detikEdu
Sabtu, 08 Jan 2022 08:00 WIB
Lima peneliti muda peraih NRC Fellowship 2021
Foto: Lima peneliti muda peraih NRC Fellowship 2021 (dok. NRC)
Jakarta -

Nutrifood Research Center (NRC) memberikan pendampingan dan pendanaan riset bagi lima peneliti muda dari kampus negeri dan swasta dalam program NRC Fellowship 2021

Pemenang program tersebut yakni Irene Christina dari Unika Atma Jaya Jakarta yang meneliti penggunaan tepung tempe murni sebagai substitusi tepung terigu dalam pembuatan mie basah.

"Harapannya dengan tekstur dan cita rasa yang enak, mie tempe ini bisa memberikan nilai gizi yang lebih tinggi dibanding mie tepung terigu," ujar Manager NRC, Felicia Kartawidjaja dalam keterangannya, Jumat (7/1/2022).

Pemenang lain yakni mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta Nigel Verrell, dengan judul penelitian "Efektivitas Penambahan Biji Labu Sebagai Sumber Asam Amino Triptofan Pada Nutrition Bar Rendah GI Dalam Upaya Penekanan Sugar Craving".

Adapun Natasya Teonata dari Universitas Ciputra, Surabaya mengajukan penelitian terkait penggunaan pati dan glukomanan untuk mendapatkan tekstur menyerupai lemak. Produk itu akan menghasilkan patty ayam yang lebih rendah lemak dengan cita rasa yang tetap enak.

Salah satu dari penelitian yang berhasil mendapat pendanaan mengajukan riset pembuatan daging analog berbahan dasar nabati. Sang peneliti, Arvin Wahyo Nor Imam Universitas Brawijaya, Malang berupaya daging analog itu punya cita rasa yang menyerupai daging asli tetapi memiliki nilai gizi yang lebih sehat.

Terakhir ada nama Putu Padmareka Deandra dari Universitas Katolik Parahyangan, Bandung yang mengajukan topik riset "Pengembangan Garam Dendritik untuk Mereduksi Penggunaan Garam dalam Produksi Pangan".

Guru Besar FMIPA Institut Pertanian Bogor, Antonius Suwanto, menyatakan para peneliti muda sangat dibutuhkan perannya. Agar kemampuan terus berkembang, peneliti muda harus aktif melakukan riset dengan membaca referensi dari berbagai literatur ilmiah.

Antonius juga menyoroti banyak riset yang tidak bisa diaplikasikan karena tidak mempertimbangkan aspek keekonomiannya. "Karena itu penting interaksi dengan industri," ujarnya.

Industri akan menguji apakah sebuah penelitian hasilnya bisa diproduksi dan terserap di pasar. "Misal kita membuat daging ayam di lab, apakah ada yang mau membeli karena harganya akan sangat mahal," katanya.

Hubungan antara penelitian dengan industri ini menurut Antonius juga sesuai dengan konsep Kampus Merdeka Kemendikbusristek.



Simak Video "Peneliti Mesir Ciptakan Kursi Roda yang Bisa Dikendalikan 'Otak'"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia