4 Peneliti LIPI Dikukuhkan sebagai Profesor Riset

Tim detikcom - detikEdu
Senin, 02 Agu 2021 08:31 WIB
Gedung LIPI
Dok Instagram @lipiindonesia
Jakarta -

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melantik empat peneliti sebagai profesor riset pada Selasa (27/7/2021) lalu. Profesor riset yang baru saja dikukuhkan itu yakni Rudi Subagja (Pusat Penelitian Metalurgi dan Material), Sensus Wijonarko (Pusat Penelitian Fisika), Danny Hilman Natawidjaja (Pusat Penelitian Geoteknologi), dan Efendi (Pusat Penelitian Metalurgi dan Material).

Adapun Rudi Subagja merupakan peneliti ahli utama di LIPI sejak 2010. Pada naskah orasi profesor risetyang berjudul "Pengembangan Teknologi Proses Ekstraksi Titanium, Nikel, dan Tembaga untuk Kemandirian Industri Nasional", doktor metalurgi lulusan Universitas Waseda Jepang itu menyampaikan bahwa Indonesia mempunyai sumber daya mineral di beberapa daerah, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal.

Hal ini nampak dari mata rantai industri nasional yang belum lengkap dan masih adanya ketergantungan Indonesia pada impor bahan logam. "Sehingga permasalahan nasional yang dihadapi Indonesia adalah bagaimana menciptakan teknologi untuk memanfaatkan dan meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral Indonesia menjadi komoditas logam yang diperlukan oleh bangsa Indonesia," ujar Rudi.

Sementara itu, Sensus Wijonarko merupakan peneliti ahli utama LIPI sejak 2014. Doktor bidang lingkungan hidup dari Universitas Negeri Jakarta ini menyampaikan orasi berjudul "Instrumentasi Neraca Air dalam Sistem Pengamat Hidrometeorologi Terpadu untuk Upaya Mewujudkan Ketahanan Air".

Dalam kesempatan yang sama, peneliti ilmu kebumian, Danny Hilman Natawidjaja menyampaikan naskah orasi berjudul "Riset Sesar Aktif Indonesia dan Peranannya dalam Mitigasi Bencana Gempa dan Tsunami".

Doktor geologi lulusan California Institute of Technology, Amerika Serikat kelahiran Subang itu mengungkapkan bahwa rangkaian gempa besar yang terjadi di Indonesia sejak tahun 2000 adalah bukti nyata bahwa Indonesia adalah wilayah dengan potensi bencana gempa yang sangat tinggi.

"Oleh karena itu, dibutuhkan pengetahuan yang cukup tentang sesar aktif dan potensi gempa di seluruh wilayah Indonesia," ujar Danny. Ia juga menyebut telah mengembangkan teknik pemetaan sesar aktif dengan bantuan foto udara drone, pemindaian geofisika dangkal bawah permukaan dengan teknologi georadar dan geolistrik, dan uji paritan paleoseismologi disertai uji radiometric dating.

Sedangkan Effendi merupakan doktor ilmu dan teknik material dari Nagoya University, Jepang yang menjadi peneliti ahli utama LIPI sejak 2019. Effendi membawakan orasi berjudul "Desain Paduan Logam untuk Komponen Turbin Pembangkit Listrik".



Simak Video "LIPI: Pemerintah Nilai UU Otsus Berhasil, Tapi Gagal Bagi Rakyat Papua"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia