Lebaran di Negeri Rantau

Kisah Idul Fitri Mahasiswa RI di Rusia: Sibuk di Laboratorium saat Lebaran

Trisna WulandariXX - detikEdu
Rabu, 19 Mei 2021 14:30 WIB
Mahasiswa RI di Rusia
Foto: Teguh Imanullah
Jakarta - Tahun ini masjid kota Belgorod, Rusia sudah boleh menggelar salat Id di masa pandemi sesuai prokes. Teguh Imanullah, mahasiswa RI di Belgorod, menyambut momen ini dengan bersegera pergi ke satu-satunya masjid di kota tersebut untuk salat Id dan merayakan Idul Fitri.

Mahasiswa S1 jurusan Nanomaterial, Belgorod State National Research University ini bercerita, takbiran di Belgorod sedikit berbeda dengan di Indonesia. Takbiran di Belgorod dilakukan di hari H hari raya Idul Fitri saja, tidak sejak malam sebelumnya. Sebab, waktu isya malam hari raya di Belgorod tidak terpaut jauh dengan waktu subuh keesokan hari.

"Isya sekitar jam 11, imsak sekitar jam 1. Jam setengah 5 sudah terang, jadi berangkat ke masjid. Salat Id -nya mulai jam 7," terang Teguh pada detikEdu dalam Program Lipsus detikcom dengan PPID (PPI Dunia), Selasa (18/5/2021).

Mahasiswa asal Jambi ini bercerita, masjid kota Belgorod di pagi ldul Fitri tahun ini sudah ramai dengan muslim dari berbagai negara yang hendak beribadah jamaah.

Teguh menambahkan, muslim di Belgorod biasanya para mahasiswa dan karyawan dari Afghanistan, Uzbekistan, India, Timur Tengah, serta negara-negara di Afrika dan Asia lainnya.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Teguh tidak lanjut merayakan Idul Fitri dengan teman-teman muslimnya di kampus. Alih-alih, mahasiswa yang sudah lima tahun di Rusia ini segera kembali ke laboratorium di kampus untuk urusan akademiknya.

"Baru setelah itu silaturahmi, tadarusan. Agak sedih karena sudah mau selesai (berkuliah dan merasakan Idul Fitri di Belgorod). Saya enggak pernah enggak lebaran di sini. Kalau pulang ke Indonesia, kenanya (bertepatan dengan) lebaran (Idul) Adha," kata mahasiswa penerima beasiswa pemerintah Rusia ini.

Teguh menuturkan, berlebaran di tengah aktivitas sehari-hari di kampus sudah jadi pengalaman biasa buatnya.

Suasana di masjid Belgorod, RusiaSuasana di masjid Belgorod, Rusia Foto: Teguh Imanullah

"Tahun 2019 itu salat Id jam 7, jam 9 ujian. Selesai ujian langsung ke kelas," ceritanya sambil tertawa.

Pria kelahiran 1998 ini menuturkan, menjadi mahasiswa muslim di kota kecil tersebut membuatnya merasakan kebersamaan dan nuansa Islam yang kental, kendati muslim mayoritas di sana. "Warga negara asingnya banyak, brotherhood-nya kencang sekali," kata Teguh.

Ia mencontohkan, tahun lalu, ia menggelar salat Id bersama tiga temannya di asrama kampus karena masjid masih ditutup selama pandemi. Selepas salat, mereka makan bersama dengan hidangan khas India di kamar asrama.

"Biasanya (sebelum pandemi) kami pergi ke rumah teman. Tahun kemarin, dia (teman asal India) masak besar, ada kari, nasi, makan di kamar dia. Dan saya rindu rendang," ujarnya tertawa.

Kendati merayakan Idul Fitri dalam keterbatasan selama pandemi, Teguh bersyukur merasakan lebaran di sana. Tidak hanya kebersamaan dengan teman-teman sekampus, ia juga merasakan kebersamaan dengan komunitas muslim di Belgorod.

Selama sebulan penuh, masjid Belgorod menyediakan santapan berbuka bersama gratis untuk muslim setempat.

"Ada plov, nasi minyak dengan wortel dan daging. Tiap negara punya khas plov sendiri, seperti plov Afghan, lalu plov Uzbek," cerita Teguh.

Ia dan teman-teman muslimnya juga dihidangkan kentang, daging, dan sup yang dimakan dengan roti sebagai hidangan utama. Ada juga jus, air putih, dan buah untuk hidangan pembuka. "Meringankan uang mahasiswa, ya," kata Teguh sambil tergelak.

Nah, apakah kamu tertarik meraih beasiswa detik.com/tag/mahasiswa dan menjadi mahasiswa di Rusia seperti Teguh?



Simak Video "Jelang Lebaran, Harga Daging Ayam-Sapi Naik di Pasar Bandung"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia