Balon udara adalah salah satu mode transportasi yang dikembangkan pada abad ke-18. Meski berbobot berat, balon udara bisa terbang tinggi.
Balon udara dikembangkan oleh Joseph-Michel dan Jacques-Etienne Montgolfier, dua bersaudara yang tinggal di Lyon, Prancis. Pada 1782, mereka menemukan jika udara yang dipanaskan dan dikumpulkan dalam bahan tipis, akan menyebabkan bahan tersebut terbang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penemuan ini mereka tampilkan pada 1783. Di hadapan banyak orang, mereka menampilkan 'balon udara' yang terbuat dari 10,5 meter bahan balon yang dipanaskan dengan api. Balon tersebut terbang hingga 1.000 meter, melayang selama 10 menit, dan turun kembali ke permukaan.
Sains di Balik Balon Udara
Sains di balik balon udara dikenal dengan hukum Archimedes. Menurut Ensiklopedia Britannica, hukum Archimedes menyatakan jika berat suatu objek lebih ringan dari fluida pendorongnya (dalam kasus ini gas), maka objek tersebut akan terbang.
Hasil akhir dari proses ini, yaitu gaya apung, merupakan prinsip utama yang membuat balon udara dapat beroperasi. Balon udara yang kita lihat saat ini bekerja berdasarkan prinsip yang sama dengan balon udara pada abad ke-18 dan ke-19.
Pada dasarnya, karena udara panas lebih ringan daripada udara dingin, pilot dapat mengatur pembakar propana untuk menambah atau mengurangi panas di dalam selubung balon, sehingga balon dapat naik atau turun.
Memanaskan udara di dalam balon akan menghasilkan udara yang lebih panas dengan massa jenis lebih rendah dibandingkan udara di sekitarnya, yang kemudian mendorong balon udara ke atas. Untuk turun kembali, pemanas gas dimatikan sehingga udara di dalam balon mulai mendingin.
Sebuah ventilasi di bagian atas balon juga dibuka agar udara dingin dari luar dapat masuk ke dalam balon seiring dengan mendinginnya udara di dalamnya. Hal ini meningkatkan massa jenis udara di dalam balon dan membuatnya turun secara perlahan.
Gaya apung balon udara dikendalikan dengan memanaskan udara di dalam balon atau dengan mengubah jumlah pemberat (beban tambahan). Perubahan kecil pada salah satu faktor ini dapat menyebabkan perubahan yang signifikan dalam penerbangan balon. Perubahan suhu sebesar satu atau dua derajat saja, atau pelepasan beberapa gram pemberat, sudah cukup untuk membuat balon udara naik atau turun.
(nir/nah)
