BRIN tengah mengembangkan satelit generasi keempat dan kelima yang ditargetkan akan diluncurkan pada 2027 mendatang.
Setelah mengembangkan tiga generasi satelit yakni LAPAN-A1, LAPAN-A2, dan LAPAN-A3, kiniBRIN tengah menyiapkan dua satelit generasi berikutnya, yaitu Nusantara Earth Observation-1 (NEO-1) dan Nusantara EquatorialIoT (NEI).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perekayasa Ahli Muda Pusat Riset Teknologi Satelit BRIN, Yuvita Dian Safitri, menjelaskan setiap generasi satelit menunjukkan perkembangan kemampuan Indonesia dalam merancang dan mengoperasikan teknologi antariksa.
Kerja Sama dengan Universitas Jerman
Perkembangan satelit penginderaan jarak jauh pertama, LAPAN-A1 merupakan hasil kerja sama dengan Universitas Teknik Berlin, Jerman. Satelit itu diluncurkan pada 10 Januari 2007 menggunakan roket PSLV C7 dari India.
Satelit ini bertugas mengobservasi Bumi dan sebagai eksperimen teknologi. Setelah sekitar 19 tahun berada di orbit, LAPAN-A1 terakhir berkomunikasi pada Januari 2026.
Pengembangan Satelit dalam Negeri LAPAN-A2
Berbekal pengalaman dari pengembangan satelit generasi pertama, Indonesia mulai mengembangkan satelit di dalam negeri melalui pengembangan LAPAN-A2 yang bekerja sama dengan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI).
LAPAN-A2 diluncurkan dengan roketPSLV C30 pada 28 September 2015. Satelit ini mengemban tiga misi utama, yaitu observasi Bumi menggunakan kameraSpacecam, komunikasi untuk mitigasi bencana melalui Voice Repeater (VR) dan Automatic Packet Reporting System (APRS), serta pemantauan kapal melalui Automatic Identification System (AIS).
Satelit LAPAN-A3
Pengembangan satelit LAPAN-A3 dirancang dan dibangun di Indonesia dengan Institut Pertanian Bogor (IPB). Satelit ini diluncurkan menggunakan roket PSLV C34 pada 22 Juni 2016.
Terobosan pada LAPAN-A3 adalah peningkatan kemampuan pemantauan kapal melalui AIS. Dibandingkan dengan LAPAN-A2, LAPAN-A3 mampu mengumpulkan data kapal dari wilayah yang lebih luas.
"Data AIS pada LAPAN-A2 hanya mencakup kapal-kapal di sekitar garis khatulistiwa. Sementara itu, LAPAN-A3 mampu mengumpulkan data kapal dengan cakupan yang lebih luas hingga menjangkau seluruh dunia," tutur Yuvita dalam laman BRIN dikutip Rabu (14/10/2026).
LAPAN-A3 dilengkapi kameramultispektral untuk mengamati kondisi vegetasi dan kameraSpacecam untuk menghasilkan citra Bumi yang dapat dianalisis lebih lanjut oleh periset.
Perkembangan Satelit Generasi Keempat
Pengembangan teknologi satelit nasional kini tiba pada generasi keempat, satelit NEO-1, dan NEI sebagai generasi kelima. NEO-1 saat ini berada pada tahap pengujian dan integrasi serta ditargetkan meluncur pada awal 2027. Satelit tersebut dirancang melanjutkan misi LAPAN-A3 dengan spesifikasi muatan yang lebih canggih.
"Untuk generasi berikutnya, NEO-1 saat ini berada pada tahap pengujian dan integrasi serta ditargetkan meluncur awal 2027. Misinya masih sama seperti LAPAN-A3, namun spesifikasi muatan yang dibuat sudah lebih canggih," ujarnya.
