Cuaca panas dan kondisi udara yang lebih kering dipandang bisa membuat orang orang lebih mudah kesal daripada biasanya. Hal ini rupanya bukan sekadar anggapan masyarakat.
Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Alifah Nabilah Masturah, SPsi MA mengatakan, saat seseorang menjadi tidak nyaman karena suhu yang panas, badan pun terbebani secara fisik maupun psikis.
Kondisi tersebut dikatakan Alifat berkaitan dengan teori beban stimulus pada psikologi, yaitu saat tubuh menerima rangsangan lingkungan yang melebihi kapasitas normal sehingga dapat menjadi stres.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau stimulus yang kita terima, kondisi yang kita terima itu melebihi kapasitas dari normalnya tubuh kita, itu akan berdampak pada meningkatnya hormon kortisol. Hormon kortisol itu salah satu pemicu stres," terangnya, dikutip dari laman UMM, Minggu (11/10/2026).
Hal Netral Jadi Lebih Menganggu
Alifah menambahkan, kondisi lingkungan yang tidak nyaman tidak hanya dapat membuat stres naik, tetapi juga memengaruhi respons emosional. Tubuh harus bekerja lebih keras untuk beradaptasi dengan suhu panas. Akibatnya, rasa lelah dan tidak nyaman meningkat serta proses berpikir bisa tidak berjalan optimal.
Karena itulah menurutnya seseorang dapat lebih sensitif atas perkataan maupun tindakan orang lain. Misalnya, hal-hal yang sebenarnya bersifat netral berisiko dimaknai sebagai sesuatu yang mengganggu atau bernada negatif.
"Hal-hal yang netral mungkin kita anggapnya suara keras, 'kok nyolot', atau bercanda tapi kok kayaknya kasar," ucapnya.
Faktor Kondisi Tubuh
Saat cuaca panas, seseorang juga bisa kekurangan tidur dan atau dehidrasi. Kedua kondisi tubuh ini dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam mengelola emosi.
Karena itu, ia mengingatkan, penting untuk menjaga kondisi tubuh dalam mengantisipasi perubahan suasana hati saat cuaca panas.
Namun, Alifah menekankan, tidur yang baik tidak hanya diukur dari durasinya, tetapi juga kualitasnya. Kualitas tidur dapat dijaga dengan memerhatikan seberapa optimal tubuh dan otak dapat beristirahat saat kita tidur.
Ia mencontohkan, orang yang sering terbangun atau tidak nyenyak saat tidur bisa jadi tak punya kualitas tidur yang memberikan pemulihan optimal bagi tubuh.
"Tidur itu bukan perkara lamanya, tapi kualitasnya," tuturnya.
Alifah mengatakan, salah satu ciri tidur berkualitas yaitu orang menjadi merasa lebih siap menjalani aktivitas setelah tidur.
Cara Mengatasi Dampak Cuaca Panas pada Emosi
Agar emosi tak makin tersulut saat cuaca panas, Alifah mengingatkan untuk mengurangi stimulus yang membuat tubuh tidak nyaman. Contohnya dengan mencari tempat berteduh, mencuci muka, dan atau minum air agar tubuh terbantu untuk rileks lagi.
"Kalau karena cuaca panas, berarti kita harus berteduh. Minum juga bisa jadi salah satu cara. Kalau memungkinkan, malah cuci muka itu nggak masalah sebenarnya," ungkapnya.
Setiap orang juga menurutnya punya cara berbeda dalam mengelola stres atau tekanan dari luar. Karena itu, kenali pemicu masing-masing dan cara mengatasinya.
"Yang pertama itu simple, kita kenal emosi kita. Kita tahu hal-hal apa yang bisa membuat kita senang sama membuat kita bete," ucapnya.
Setelah mengenali pemicu dan kondisi tubuh, jaga kualitas tidur, penuhi kebutuhan cairan, dan kurangi paparan panas yang membuat tubuh tidak nyaman. Cara ini menurutnya bantu diri mengendalikan respons emosional saat cuaca panas.
Cuaca Panas Menuju Akhir 2026
Terpisah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam laman resminya memperingatkan sebagian besar wilayah Indonesia masih didominasi oleh kondisi kering. Hal ini sejalan dengan perkembangan fenomena iklim global, yakni Indian Ocean Dipole (IOD) positif dan fenomena El Niño dengan intensitas sangat kuat.
Kedua fenomena tersebut berpengaruh pada berkurangnya pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia. Kondisi ini menunjukkan potensi kebakaran hutan dan lahan, khususnya pada wilayah dengan curah hujan rendah dan kondisi vegetasi yang semakin kering.
Kendati demikian, aktivitas dinamika atmosfer yang masih berlangsung memungkinkan terjadinya hujan sedang hingga sangat lebat, termasuk di wilayah yang secara umum mengalami curah hujan rendah. Tetap berhati-hati dan pantau cuaca secara berkala, detikers.
