Pernahkah kamu berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki? Studi terbaru mengungkapkan bahwa semakin banyak remaja berjalan kaki, semakin baik pula tingkat kesehatan mentalnya.
Selain berjalan kaki, aktivitas fisik lain seperti bermain sepak bola dan pergi ke pasar juga dapat berpengaruh terhadap tingkat kesehatan mental. Studi ini dilakukan terhadap remaja di Amerika Serikat (AS).
Sebanyak 5.515 remaja tergabung sebagai peserta Studi Perkembangan Kognitif Otak Remaja AS (US Adolescent Brain Cognitive Development Study). Studi ini merupakan kolaborasi antara King's College London's Institute of Psychiatry, Psychology & Neuroscience dan University of Massachusetts Amherst.
Studi menggunakan data dari Adolescent Brain Cognitive Development Study, studi jangka panjang terbesar tentang perkembangan otak dan kesehatan anak di AS, yang dilakukan di 21 lokasi.
"Masa remaja adalah periode penting untuk perkembangan otak dan kesehatan mental, jadi sangat menggembirakan melihat bahwa manfaat aktivitas fisik meluas ke kedua hal tersebut," kata salah seorang penulis studi, Dr Amanda Paluch, dikutip dari laman King's College London, Selasa (6/10/2026).
Gemar Berjalan Kaki Membuat Remaja Memiliki Lebih Sedikit Masalah Mental
Para peserta yang berusia 11 hingga 12 tahun diminta untuk menggunakan perangkat Fitbit selama tiga minggu. Perangkat ini dapat mengukur langkah kaki secara objektif.
Setahun kemudian, para peneliti mengadakan kuesioner untuk menilai kesehatan mental para peserta. Metode ini digunakan untuk mengukur gejala kecemasan, suasana hati yang buruk, dan masalah perilaku.
Para peneliti kemudian membandingkannya dengan jumlah langkah kaki tiap peserta. Hasilnya, semakin banyak para remaja ini berjalan kaki, semakin sedikit pula masalah kesehatan mental yang mereka alami setahun kemudian.
Remaja yang berjalan kurang dari 5.000 langkah setiap harinya memiliki gejala kesehatan mental yang paling banyak. Remaja yang rata-rata berjalan 8.000 langkah per hari memiliki gejala yang lebih sedikit.
Puncaknya, pada remaja yang berjalan 12.000 langkah per hari, mereka memiliki gejala paling sedikit di antara seluruh remaja.
"Ini bukan situasi serba atau tidak sama sekali. Remaja tidak perlu menjadi atlet elit untuk mendapatkan manfaatnya. Peningkatan 1.000 hingga 2.000 langkah per hari, dari titik awal mana pun, dikaitkan dengan struktur otak dan hasil kesehatan mental yang lebih baik, dan hubungan yang bermanfaat itu terus meningkat dari sana," papar Dr Amanda.
Remaja dengan jumlah langkah tertinggi juga menunjukkan jaringan otak sedikit lebih tebal di dua area yang berkaitan dengan motorik dan pengaturan emosi. Temuan ini dapat menjelaskan bahwa berjalan lebih banyak lebih baik bagi kesehatan mental.
"Kita mulai memahami bagian-bagian otak yang mungkin terlibat dalam hubungan antara jumlah langkah harian dan kesehatan mental anak muda. Ini masih bersifat pendahuluan, tetapi memberi kita gambaran yang lebih jelas tentang ke mana harus meneliti selanjutnya," kata Qingyang Li, penulis utama studi ini.
Pengaruh Aktivitas Fisik terhadap Perkembangan Otak
Penulis lain dalam studi ini, Dr Divyangana Rakesh, juga mengungkapkan bahwa temuan ini merupakan salah satu bukti bahwa aktivitas harian dapat berpengaruh terhadap perkembangan otak.
"Studi ini memberi kita beberapa bukti paling jelas hingga saat ini bahwa bahkan pengukuran aktivitas fisik sehari-hari yang murah dan mudah diakses seperti jumlah langkah harian terkait dengan perkembangan otak dan kesehatan mental remaja," kata sang dosen di bidang neurosains dan psikologi di Institute of Psychiatry, Psychology & Neuroscience tersebut.
"Yang mengejutkan adalah kita tidak melihat manfaat ini mencapai titik jenuh dalam rentang yang diamati, bahkan di antara anak muda yang paling aktif dalam sampel kita," imbuh Dr Rakesh.
Para peneliti menyebutkan studi ini bersifat observasional, sehingga tidak dapat menjadi bukti bahwa berjalan lebih banyak berhubungan langsung dengan tingkat kesehatan mental pada remaja. Meski demikian, hubungan antara kedua variabel tersebut tetap ada.
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.
Simak Video "Video: Momen Prabowo Lantik 1.177 Perwira Remaja TNI-Polri 2026"
(faz/faz)