×
Ad

Ciri Orang Egois Bisa Dilihat dari Perkataannya, Apa Saja?

Kalila Untsa - detikEdu
Kamis, 17 Sep 2026 06:00 WIB
Ilustrasi. Foto: Getty Images/MTStock Studio
Jakarta -

Egois termasuk salah satu sifat yang lazim dimiliki oleh seseorang. Meskipun terkadang konotasinya negatif, egois ternyata dibutuhkan dalam waktu-waktu tertentu.

Berdasarkan Society for Personality and Social Psychology, egois merupakan motif untuk bertindak demi kepentingan diri sendiri atau ketika seseorang hanya berfokus pada apa yang ia inginkan untuk diri sendiri.

Buruknya, sifat egois ini dapat merusak hubungan dengan orang di sekitar. Bahkan, tidak menutup kemungkinan, dampaknya bisa merugikan orang lain.

Peneliti psikologi di ranah kerja asal AS, Stefan Falk, menyoroti sejumlah perkataan yang kerap diungkapkan karyawan egois.

"Saya telah menghabiskan lebih dari 30 tahun membantu perusahaan menavigasi karyawan yang terlalu egois, terutama mereka yang perilakunya dapat merugikan rekan satu tim mereka," ucapnya dalam NBC Philadelphia, dikutip Kamis (4/9/2025).

Perkataan Orang Egois

Berdasarkan pengalaman Falk, berikut perkataan yang kerap disampaikan orang egois.

1. "Kamu tidak sopan karena tidak setuju dengan saya"

Orang yang egois cenderung ingin mendapatkan pengakuan dari orang lain, sehingga ia tidak bisa menerima perspektif orang lain. Bagi orang egois, perbedaan pendapat bukanlah suatu hal yang dapat dipandang positif sebagai pembelajaran.

"Orang yang merasa berhak mengharapkan pengakuan atas pengalam dan perspektif mereka, dan kurang berminat dalam belajar dari orang lain," kata Falk.

2. "Ide saya berharga dan selalu layak dipertimbangkan"

Menurut Falk, orang yang egois sering berasumsi bahwa mereka merasa membawa nilai yang luar biasa atau lebih baik untuk orang lain. Sedangkan, saran atau ide dari orang lain dianggap kurang baik atau memiliki kekurangan.

"Mereka mengabaikan kebenaran bahwa sebagian besar ide, pendapat, dan saran kita mengandung kekurangan terlepas dari seberapa besar usaha yang kita tuangkan di dalamnya," katanya.

3. "Masukan ini menghina"

Orang yang egois menolak untuk menerima kebenaran universal bahwa selalu ada ruang untuk berkembang. Alih-alih sebagai pembelajaran, orang yang egois menganggap masukan sebagai serangan pribadi.

"Mereka percaya bahwa mereka tidak mungkin melakukan kesalahan," kata Falk.

4. "Kesuksesan mereka diraih dengan mengorbankan saya"

Saat melihat orang lain sukses, orang yang egois kesulitan melihat nilai dalam mendukung orang-orang tersebut. Mereka akan berpikir bahwa kesuksesan orang lain tidak adil dan merupakan hasil dari perlakuan khusus.

"Seseorang yang sangat egois cenderung kurang sukses dibandingkan orang yang menyalurkan kecenderungan mementingkan diri sendiri mereka untuk membantu orang lain," jelas Falk.

5. "Mengapa kamu selalu mengontrol saya"

Orang yang egois tidak menyukai atasan yang memberikan arahan atau menetapkan ekspektasi yang jelas. Bagi mereka, instruksi atasan hanya sebuah saran atau lebih buruknya, hanya bentuk upaya untuk memperlakukan mereka dengan tidak adil.

Cara Menghindari Orang Egois

Lalu, bagaimana menghindari orang yang egois dan berpotensi merugikan orang di sekitarnya?

Menurut Falk, terdapat tiga cara yang dapat diterapkan untuk meminimalisasi dampak dari orang yang egois. Pertama, hindari interaksi dengan orang-orang tersebut. Kedua, tetapkan batasan yang jelas dan tegur perilaku atau perkataan mereka jika memang diperlukan. Ketiga, berikan edukasi mengenai risiko dari sifat egois.

Meskipun mungkin responsnya tidak sesuai, hal ini tetap layak untuk dicoba. Siapa tahu, suatu saat orang yang egois ini dapat merefleksikan sifatnya.



Simak Video "Merasa Sedih saat Hujan Turun, Simak Tips Preventif dari Psikolog"

(twu/twu)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork