11 Negara Anggota BRICS yang Akan Bertemu di India, Indonesia Termasuk?

ADVERTISEMENT

11 Negara Anggota BRICS yang Akan Bertemu di India, Indonesia Termasuk?

Fahri Zulfikar - detikEdu
Jumat, 11 Sep 2026 20:00 WIB
Brazils President Luiz Inacio Lula da Silva, Chinas Premier Li Qiang, Russias Foreign Minister Sergei Lavrov, Indias Prime Minister Narendra Modi, Indonesian President Prabowo Subianto, South Africas President Cyril Ramaphosa, Egypts Prime Minister Mostafa Madbouly, Ethiopias Prime Minister Abiy Ahmed Ali, Crown Prince of Abu Dhabi Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan, Irans Foreign Affairs Minister Seyed Abbas Araghchi pose for a family photo during the BRICS Summit in Rio de Janeiro, Brazil July 6, 2025. REUTERS/Pilar Olivares       TPX IMAGES OF THE DAY
BRICS 2025. Foto: REUTERS/Pilar Olivares
Jakarta -

Apakah detikers sudah pernah mendengar BRICS? Pada 12-13 September 2026, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 akan berlangsung di gedung Bharat Mandapam, New Delhi, India. Sejumlah negara, termasuk Indonesia, dijadwalkan akan datang. Bahas apa?

KTT BRICS merupakan konferensi tingkat tinggi yang mempertemukan beberapa negara berkembang di dunia. Tujuannya adalah untuk konsultasi, kerja sama, serta pembahasan isu-isu global maupun regional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam sejarahnya, organisasi BRIC (Brasil, Rusia, India, China) diresmikan pada 2006 dan menggelar KTT pertama di Rusia pada 2009. Kemudian pada 2010, Afrika Selatan (South Africa) bergabung sehingga menjadi BRICS.

Baru pada 2024 sejumlah negara bergabung, sedangkan Indonesia menyusul pada 2025. Berikut daftar lengkapnya.

ADVERTISEMENT


Daftar 11 Negara Anggota BRICS


1. Brasil

2. Rusia

3. India

4. China

5. Mesir

6. Ethiopia

7. Iran

8. Arab Saudi

9. Afrika Selatan

10. Uni Emirat Arab

11. Indonesia


Selain itu, ada juga negara-negara yang termasuk mitra BRICS, yakni:


Daftar 10 Negara Mitra BRICS


1. Malaysia

2. Vietnam

3. Tailan

4. Uzbekistan

5. Kazakhstan

6. Belarus

7. Kuba

8. Bolivia

9. Nigeria

10. Uganda


Riset dan Inovasi Turut Jadi Pembahasan


Dalam KTT BRICS, terdapat beberapa pembahasan, termasuk penerapan teknologi baru pada infrastruktur publik digital, fintech, AI, dan berbagi pengetahuan untuk menghadapi masa depan. Kerja sama pertukaran budaya dan masyarakat juga menjadi bahasan utama, termasuk untuk sektor pendidikan.


Sebelumnya, pada Agustus 2026 lalu, Kementerian Pendidikan India telah bertemu delegasi dari negara-negara anggota BRICS untuk membahas topik-topik, termasuk:


- Penguatan Perawatan dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD);

- Memperkuat pengembangan keterampilan dan meningkatkan kerja sama

- Mendorong penelitian kolaboratif, inovasi, dan startup;

- Memperkuat Pengakuan Bersama Kualifikasi (MRQ); dan

- Peningkatan kapasitas kepemimpinan akademik.

"Pendidikan adalah fondasi pertumbuhan inklusif dan kemakmuran bersama, dan Deklarasi yang diadopsi mencerminkan komitmen kolektif negara-negara BRICS untuk memperkuat kerja sama di lima bidang prioritas," kata Menteri Pendidikan Uni India, Shri Pralhad Joshi.

Menteri Shri Pralhad juga menekankan pentingnya melestarikan dan mempromosikan sistem pengetahuan tradisional dan nasional, dengan mengamati bahwa inovasi dan warisan saling melengkapi.

"Tradisi peradaban yang kaya dari negara-negara BRICS menghadirkan peluang unik untuk melestarikan pengetahuan tradisional, mempelajarinya secara cermat, dan mewariskan nilainya kepada generasi mendatang," imbuhnya.



(faz/twu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads