Apakah detikers sudah pernah mendengar BRICS? Pada 12-13 September 2026, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 akan berlangsung di gedung Bharat Mandapam, New Delhi, India. Sejumlah negara, termasuk Indonesia, dijadwalkan akan datang. Bahas apa?
KTT BRICS merupakan konferensi tingkat tinggi yang mempertemukan beberapa negara berkembang di dunia. Tujuannya adalah untuk konsultasi, kerja sama, serta pembahasan isu-isu global maupun regional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sejarahnya, organisasi BRIC (Brasil, Rusia, India, China) diresmikan pada 2006 dan menggelar KTT pertama di Rusia pada 2009. Kemudian pada 2010, Afrika Selatan (South Africa) bergabung sehingga menjadi BRICS.
Baru pada 2024 sejumlah negara bergabung, sedangkan Indonesia menyusul pada 2025. Berikut daftar lengkapnya.
Daftar 11 Negara Anggota BRICS
1. Brasil
2. Rusia
3. India
4. China
5. Mesir
6. Ethiopia
7. Iran
8. Arab Saudi
9. Afrika Selatan
10. Uni Emirat Arab
11. Indonesia
Selain itu, ada juga negara-negara yang termasuk mitra BRICS, yakni:
Daftar 10 Negara Mitra BRICS
1. Malaysia
2. Vietnam
3. Tailan
4. Uzbekistan
5. Kazakhstan
6. Belarus
7. Kuba
8. Bolivia
9. Nigeria
10. Uganda
Riset dan Inovasi Turut Jadi Pembahasan
Dalam KTT BRICS, terdapat beberapa pembahasan, termasuk penerapan teknologi baru pada infrastruktur publik digital, fintech, AI, dan berbagi pengetahuan untuk menghadapi masa depan. Kerja sama pertukaran budaya dan masyarakat juga menjadi bahasan utama, termasuk untuk sektor pendidikan.
Sebelumnya, pada Agustus 2026 lalu, Kementerian Pendidikan India telah bertemu delegasi dari negara-negara anggota BRICS untuk membahas topik-topik, termasuk:
- Penguatan Perawatan dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD);
- Memperkuat pengembangan keterampilan dan meningkatkan kerja sama
- Mendorong penelitian kolaboratif, inovasi, dan startup;
- Memperkuat Pengakuan Bersama Kualifikasi (MRQ); dan
- Peningkatan kapasitas kepemimpinan akademik.
"Pendidikan adalah fondasi pertumbuhan inklusif dan kemakmuran bersama, dan Deklarasi yang diadopsi mencerminkan komitmen kolektif negara-negara BRICS untuk memperkuat kerja sama di lima bidang prioritas," kata Menteri Pendidikan Uni India, Shri Pralhad Joshi.
Menteri Shri Pralhad juga menekankan pentingnya melestarikan dan mempromosikan sistem pengetahuan tradisional dan nasional, dengan mengamati bahwa inovasi dan warisan saling melengkapi.
"Tradisi peradaban yang kaya dari negara-negara BRICS menghadirkan peluang unik untuk melestarikan pengetahuan tradisional, mempelajarinya secara cermat, dan mewariskan nilainya kepada generasi mendatang," imbuhnya.
