Jerapah (Giraffa camelopardalis) adalah mamalia yang dikenal karena lehernya yang panjang. Namun, tahukah kamu bahwa jumlah ruas tulang leher jerapah ternyata sama dengan manusia?
Nenek moyang jerapah diketahui berevolusi di Afrika dan Eurasia sekitar 20 juta tahun lalu. Pada masa itu, mereka memiliki leher yang lebih pendek dari jerapah yang kita kenal sekarang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para ilmuwan menduga leher jerapah yang semakin panjang merupakan hasil proses evolusi dan seleksi alam. Salah satu dugaan utamanya berkaitan dengan kebutuhan untuk menjangkau sumber makanan yang berada di tempat tinggi.
Selain itu, leher panjang juga diduga berkembang karena jerapah jantan menggunakannya dalam persaingan untuk mendapatkan pasangan.
Berapa Jumlah Tulang Leher Jerapah?
Menurut laman Program Studi Biologi Universitas Padjadjaran, jerapah memiliki tujuh ruas tulang leher, jumlah yang sama dengan manusia dan sebagian besar mamalia lainnya.
Perbedaannya terletak pada ukuran setiap ruas tulang. Pada jerapah, satu ruas tulang leher dapat memiliki panjang hingga sekitar 25 cm.
Ukuran tersebut menjadi salah satu bentuk adaptasi yang membantu jerapah menjangkau daun-daun yang berada di bagian tinggi pepohonan, termasuk pohon Acacia yang menjadi salah satu sumber makanannya.
Leher panjang juga berkaitan dengan sistem peredaran darah jerapah. Hewan ini memiliki jantung berukuran besar yang dapat mencapai sekitar 11 kg. Jantung tersebut harus bekerja menghasilkan tekanan darah tinggi agar darah dapat dipompa hingga ke otak yang posisinya jauh di atas tubuh.
Tekanan darah jerapah dapat mencapai sekitar 260 mmHg, yang dalam sumber ini disebut sebagai salah satu yang tertinggi di antara hewan darat.
5 Fakta Unik Jerapah
Selain memiliki ruas tulang leher yang panjang dan jantung berukuran besar, jerapah mempunyai sejumlah karakteristik unik lainnya. Berikut lima di antaranya.
1. Tidur dalam Waktu Singkat
Jika kucing bisa tidur hingga belasan jam dalam sehari, jerapah hanya membutuhkan waktu 5 jam. Menariknya, jerapah juga dapat tidur sambil berdiri. Sementara ketika berbaring, jerapah akan melipat atau menggulung lehernya ke belakang.
Posisi tersebut biasanya dilakukan ketika kondisi lingkungan dirasa cukup aman karena berbaring membuat jerapah lebih sulit untuk segera melarikan diri dari ancaman.
2. Lidah dan Bibir Tahan Duri
Kalau diperhatikan, jerapah memiliki lidah yang cukup panjang hingga 50 cm. Lidah itu juga sangat fleksibel untuk menyantap daun di pepohonan.
Lidah jerapah memiliki kemampuan tahan duri karena ketebalannya. Dengan lidah ini, jerapah bisa mengambil daun dari semak berduri tanpa terluka.
3. Sistem Pernapasan
Leher yang panjang bisa menghalangi pernapasan jerapah. Mereka mengatasinya dengan kapasitas paru-paru besar dan kecepatan pernapasan lambat. Dengan ini, tubuh jerapah bisa melakukan pertukaran gas secara efisien meskipun udara harus menempuh jarak jauh dalamtrakea.
4. Ukuran Kaki Berbeda
Jerapah memiliki kaki depan yang sedikit lebih panjang dari kaki belakang. Kaki jerapah dilengkapi tendon elastis dan ligamen suspensori kuat yang membantu menopang tubuh besar mereka.
5. Gaya Jalan
Jerapah berjalan dengan menggerakkan kedua kaki sisi kanan secara bersamaan, kemudian bergantian dengan sisi kiri. Gaya jalan ini disebut pacing gait. Gaya jalan ini untuk menyeimbangkan tubuh jerapah yang panjang dan besar.
Nah itulah penjelasan mengenai jumlah tulang leher jerapah. Pernah melihat jerapah secara langsung?
