Primata yang dianggap berkerabat dekat dengan manusia dan banyak hewan lain memiliki organ tubuh unik berupa ekor. Namun, kenapa manusia tidak punya ya?
Pada dasarnya, setiap hewan yang memiliki ekor punya bentuk dan fungsi yang berbeda-beda. Misalnya, ekor ikan yang digunakan untuk berenang, ekor kanguru untuk penyeimbang, dan ekor opossum untuk mencengkeram.
Pada manusia, hanya terdapat tulang ekor yang tidak tampak dan berada di atas belahan bokong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Manusia Tidak Punya Ekor karena Hasil Evolusi?
Profesor anatomi integratif dari Universitas Missouri, Amerika Serikat, Carol Ward, mengatakan bahwa manusia tidak memiliki ekor karena hasil evolusi dari 20 juta tahun lalu. Perubahan tersebut dimulai dalam sejarah silsilah manusia dan kera.
"Alasan mengapa manusia tidak memiliki ekor adalah karena nenek moyang kita juga tidak memiliki ekor," ujarnya dikutip dari Popular Science, Senin (11/5/2026).
Ward menjelaskan bahwa nenek moyang manusia memang bukan makhluk berekor. Berbeda dengan nenek moyang hewan-hewan yang saat ini berekor, sejak dulu juga berekor.
Pada 23–5 juta tahun lalu, tepatnya pada era Miosen Tengah, manusia modern belum muncul atau terdeteksi. Pada masa itu, hewan-hewan yang muncul antara lain beruang, anjing, jerapah purba, hingga nenek moyang kuda.
Di sisi lain, nenek moyang biologis terdekat manusia, yakni kera Afrika, memisahkan diri dari orang utan. Kemudian, menurut studi, nenek moyang manusia modern, simpanse, dan bonobo muncul sekitar 5-6 juta tahun lalu, termasuk genus Homo yang catatan fosilnya diketahui berasal dari 2,8 juta tahun lalu.
Meski begitu, nenek moyang primata saat itu belum memiliki ekor. Maka itu, peneliti perlu kembali lebih jauh ke 25-30 juta tahun lalu ketika nenek moyang kera bercabang dari monyet berekor.
"Setelah perpecahan itu terjadi, banyak spesies kera tanpa ekor mulai muncul dalam jutaan tahun berikutnya. Hal ini membuat hampir mustahil untuk menentukan spesies tanpa ekor mana yang akan berevolusi menjadi kita," ujar Ward.
Sejauh ini, temuan fosil primata purba menunjukkan bahwa mereka mengembangkan kemampuan memanjat pohon dengan keempat kakinya dan punggung bawah yang panjang dan lentur. Namun, kemampuan itu hilang pada kera modern.
Struktur panjang dan lentur itulah yang menjadi komponen kunci untuk ekor.
Nenek Moyang Manusia Modern Tidak Berekor
Meski sering dikaitkan dengan nenek moyang kera, Ward menekankan bahwa jika ada nenek moyang kera purba juga tidak punya ekor, maka nenek moyang manusia juga tidak punya.
Gorila, simpanse, dan gibbon sampai saat ini tidak berekor. Ini yang kemudian membedakan mereka dengan monyet.
Kera purba berbeda dengan kera modern, karena memiliki kaki dan lengan yang hampir sama. Itu yang membuat ilmuwan yakin mereka berjalan dengan empat kaki dan tidak perlu ekor.
"Jutaan tahun yang lalu, hal itu tidak demikian. [Kera purba] memiliki lengan dan kaki yang panjangnya hampir sama, jadi kita cukup yakin mereka berjalan dengan keempat kakinya," ungkap Ward.
Menurut Ward, pada zaman Miosen, kera purba memakan buah dari pohon sehingga keberadaan ekor, berpotensi mengganggu keseimbangan. Selain itu, kera purba bergerak sangat lambat, sehingga ekor bisa jadi pemborosan energi untuk ditumbuhkan.
Jadi, bisa disimpulkan bahwa menurut peneliti, alasan manusia tidak memiliki ekor adalah karena nenek moyang manusia modern juga tidak memilikinya. Ini bisa dilihat dari evolusi kerabat dekat kita, yakni kera, yang sejak awal juga tidak memiliki ekor.
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.
