Sebaran Debu Vulkanik di 5 Gunung Api di Indonesia, Bagaimana Anak Krakatau?

ADVERTISEMENT

Sebaran Debu Vulkanik di 5 Gunung Api di Indonesia, Bagaimana Anak Krakatau?

Devita Savitri - detikEdu
Kamis, 10 Sep 2026 11:33 WIB
Erupsi Anak Krakatau
Informasi terbaru terkait sebaran debu vulkanik di 5 gunung api Indonesia, termasuk Gunung Anak Krakatau. Foto: (Foto: Istimewa/Pemprov Lampung)
Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berikan informasi terbaru terkait kondisi erupsi gunung-gunung api di Indonesia. Data ini diambil berdasarkan analisis citra RGB Himawari-9 pada Kamis, 10 September 2026 pukul 07.00 WIB.

Citra RGB Himawari-9 adalah proses pengolahan data yang diambil dari satelit cuaca. Beberapa kanal dari data satelit kemudian digabungkan ke dalam saluran warna red (merah), green (hijau), dan blue (biru), sehingga diperoleh identifikasi warna yang lebih jelas.

Dari lima gunung api yang tengah erupsi, BMKG menemukan ada dua gunung yang tidak terdeteksi dan satu gunung yang tidak dapat teramati. Dikutip dari postingan Instagram resmi BMKG, Kamis (10/9/2026), berikut informasinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebaran Debu Vulkanik di 5 Gunung Api di Indonesia

Adapun sebaran debu vulkanik di 5 gunung api di Indonesia, yaitu:

ADVERTISEMENT

1. Gunung Anak Krakatau

Sebaran debu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) disebutkan BMKG tidak terdeteksi. Meskipun tidak terdeteksi atau teridentifikasi, BMKG menyebut bukan berarti GAK sudah berhenti mengeluarkan debu vulkanik.

2. Gunung Dukono

Gunung Dukono terletak di bagian utara Pulau Halmahera, Provinsi Maluku Utara. Sebaran debu vulkanik dari Gunung Dukono memuncak hingga ketinggian 7.000 kaki (2,1 km).

Debu vulkanik itu bergerak ke arah Barat Laut hingga Timur Laut yang mencakup sebagian wilayah Kabupaten Halmahera Utara dan Perairan Barat Daya Morotai.

3. Gunung Semeru

Gunung yang punya julukan "Atap Pulau Jawa" ini berada di Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur. Sebaran debu vulkanik di Gunung Semeru tidak dapat teramati karena wilayahnya tertutup awan.

4. Gunung Lewotolo

Sama dengan Gunung Anak Krakatau, sebaran debu vulkanik di Gunung Lewotolo di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak terdeteksi. Meskipun begitu, bukan berarti debu vulkanik tidak ada.

5. Gunung Ibu

Kembali ke Maluku Utara, ada Gunung Ibu yang juga tengah aktif dan mengeluarkan debu vulkanik. Sebaran debu vulkanik mencapai ketinggian 7.000 kaki (2,1 km) yang bergerak ke arah Barat Laut.

Berbagai wilayah yang mungkin terdampak adalah, Kabupaten Halmahera Barat, Perairan Halmahera Barat, dan Kabupaten Halmahera Utara.

Prakiraan Cuaca 5 Gunung Api Indonesia

Kamis, 10 September 2026

1. Gunung Anak Krakatau

  • Pagi Hari (07.00-13.00 WIB): Cerah
  • Siang Hari (13.00 -19.00 WIB): Cerah
  • Malam Hari (19.00-01.00 WIB): Cerah Berawan
  • Dini Hari, 11 September 2026 (01.00-07.00 WIB): Cerah Berawan

2. Gunung Dukono

  • Pagi Hari (07.00-13.00 WIB): Berawan
  • Siang Hari (13.00 -19.00 WIB): Cerah Berawan
  • Malam Hari (19.00-01.00 WIB): Cerah Berawan
  • Dini Hari, 11 September 2026 (01.00-07.00 WIB): Cerah Berawan

3. Gunung Ibu

  • Pagi Hari (07.00-13.00 WIB): Cerah Berawan
  • Siang Hari (13.00 -19.00 WIB): Cerah Berawan
  • Malam Hari (19.00-01.00 WIB): Berawan
  • Dini Hari, 11 September 2026 (01.00-07.00 WIB): Berawan

4. Gunung Lewotolo

  • Pagi Hari (07.00-13.00 WIB): Berawan
  • Siang Hari (13.00 -19.00 WIB): Cerah Berawan
  • Malam Hari (19.00-01.00 WIB): Cerah Berawan
  • Dini Hari, 11 September 2026 (01.00-07.00 WIB): Cerah

5. Gunung Semeru

  • Pagi Hari (07.00-13.00 WIB): Asap
  • Siang Hari (13.00 -19.00 WIB): Kabut
  • Malam Hari (19.00-01.00 WIB): Kabut
  • Dini Hari, 11 September 2026 (01.00-07.00 WIB): Berawan Tebal

Dampak Debu Vulkanik dan Imbauan BMKG

Seperti yang diketahu, paparan debu vulkanik dapat menyebabkan dampak pada aspek kesehatan dan transportasi, seperti:

Kesehatan

  • Iritasi mata dan kulit
  • Batuk dan gangguan pernapasan
  • Memperburuk kondisi bagi masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan.

Transportasi

  • Mengurangi jarak pandang
  • Membuat jalan menjadi licin
  • Mengganggu kenyamanan dan keselamatan berkendara
  • Mengganggu aktivitas penerbangan dan pelayaran.

Melihat dampak ini, BMKG mengimbu agar masyarakat tidak panik, tetapi tetap waspada. Jika perlu melakukan penerbangan, sebaiknya memantau terlebih dahulu informasi sebaran debu vulkanik.

Bagi masyarakat yang berada di sekitar Selat Sunda Barat Pandeglang, sebagian Kabupaten Lembata, Selat Flores-Lamakera, sebagian Kabupaten Halmahera Barat, Halmahera Utara, Kabupaten Pulau Morotai, Perairan Barat Daya Morotai, dan Perairan Barat Laut Morotai, diimbau untuk:

  • Mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi
  • Tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi
  • Mengikuti arahan BMKG, Badan Geologi, dan pemerintah setempat.

Begitulah sebaran debu vulkanik di beberapa Gunung Api Indonesia. Tetap waspada ya detikers!



(det/nah)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads