Pakar Bidang Biologi Farmasi dari Fakultas Farmasi UGM, Dr. Djoko Santosa mengingatkan masyarakat jika tidak semua tanaman obat tradisional otomatis aman untuk dikonsumsi. Hal ini lantaran sejumlah tanaman memiliki risiko kesehatan apabila tidak diolah dengan tepat.
"Ada tanaman-tanaman yang memang harus kita hati-hati dalam penggunaannya karena bisa berisiko bagi tubuh," jelasnya dalam laman UGM Senin (7/9/2026).
Dr. Djoko mencontohkan daun sirsak, daun rondo noleh, daun mindi atau mimbo, dan brotowali sebagai tanaman obat yang perlu diwaspadai. Diketahui, konsumsi daun sirsak secara terus-menerus dapat mempengaruhi saraf dan kesehatan ginjal.
Selain itu,Djoko juga mengingatkan masyarakat untuk memastikan bahan yang digunakan dalam jamupahitan.
"Kalau Ibu-ibu mau membeli jamu pahitan, tanya dulu ini yang direbus itu brotowali atau sambiloto. Kalau sambiloto boleh, tapi kalau brotowali saya nggak mau beli," ujarnya.
Penggunaan tanaman obat tetap perlu memperhatikan takaran dan kondisi tubuh. Ia mencontohkan kunyit asam yang dapat dikonsumsi dalam jumlah wajar, tetapi perlu dihentikan apabila muncul reaksi alergi.
Selain itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mengikuti informasi pengobatan tradisional yang beredar di media sosial tanpa mengetahui keamanan penggunaannya. Menurutnya, pemanfaatan tanaman obat perlu dilakukan secara bijak dan tidak menggantikan penanganan medis .
Kendati demikian, Djoko mengingatkan jika pemanfaatan tanaman obat masih perlu disebarluaskan. Salah satunya dengan mengenalkan jamu sebagai warisan pengobatan tradisional.
"Masyarakat perlu mengenal pemanfaatan tumbuhan obat yang berada di sekitar lingkungan masing-masing," jelasnya.
Simak Video "Sains di Balik Jamu: Sido Muncul Jawab Keraguan Publik"
(nir/nwk)