Hari ini, Selasa (8/9/2026), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI mengumumkan hasil Programme for International Student Assessment (PISA) Indonesia 2025. PISA diselenggarakan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) terhadap siswa berusia 15 tahun.
Capaian hasil PISA mencakup literasi membaca, literasi matematika/numerasi, dan literasi sains. Mengapa yang diukur adalah siswa berusia 15 tahun?
Siswa Berusia 15 Tahun Dipilih karena...
Menurut OECD, siswa berusia 15 tahun dipilih karena di sebagian besar negara anggota OECD, usia tersebut berada pada level mendekati akhir wajib belajar. Sekolah dan siswa yang mengikuti dipilih seinklusif mungkin sehingga sampel berasal dari spektrum latar belakang dan kemampuan secara luas.
Dijelaskan dalam laman Foras Taighde ar Oideachas Educational Research Centre, sekolah yang dipilih akan merepresentasikan kombinasi berdasarkan ukuran sekolah, lokasi, jenis, gender siswa, hingga komposisi sosioekonominya. Dari sekolah tersebut kemudian diambil siswa untuk menjadi peserta PISA.
Kaitan Skor PISA dan 'Kesuksesan' Saat Dewasa
Dikutip dari laman OECD, Australia, Kanada, Denmark, dan Swiss telah melakukan studi longitudinal untuk memantau siswa yang mengikuti penilaian PISA pertama pada awal tahun 2000-an hingga mereka beranjak dewasa. Di semua negara tersebut, siswa dengan hasil baik dalam tes PISA saat usia 15 tahun cenderung mampu mencapai tingkat pendidikan yang lebih tinggi saat berusia 25 tahun.
Mereka juga memiliki kemungkinan lebih kecil untuk sepenuhnya tidak bekerja atau tidak aktif mencari kerja. Hal tersebut diukur melalui persentase status tidak sedang menempuh pendidikan, bekerja, ataupun mengikuti pelatihan atau not in education, employment, or training (NEET).
Tentu saja, terdapat kaitan antara status sosial ekonomi siswa-siswa tersebut dengan performanya dalam PISA, termasuk kondisi finansial dan tingkat pendidikan orang tua. Namun, bahkan setelah memperhitungkan faktor-faktor tersebut, siswa yang memiliki hasil lebih baik dalam PISA, tetap menunjukkan capaian pendidikan dan pekerjaan yang lebih baik saat usianya 25 tahun.
Selain itu, informasi yang disampaikan mengenai diri mereka sendiri dalam kuesioner PISA juga tampak berkaitan dengan prospek masa depan siswa.
OECD juga telah melakukan analisis yang menggabungkan data dari PISA tahun 2000, 2003, dan 2006 serta Survey of Adult Skills (Survei Keterampilan Orang Dewasa). Hal ini dilakukan untuk mengkaji perkembangan keterampilan numerasi antara usia 15 tahun hingga masa awal dewasa.
Analisis tersebut menunjukkan siswa yang memiliki performa matematika lebih baik dalam PISA pada usia 15 tahun juga menunjukkan peningkatan keterampilan numerasi lebih besar setelah menyelesaikan pendidikan wajib, dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang memiliki hasil lebih rendah.
Simak Video "Video Prabowo soal RI Mau Masuk BRICS dan OECD: Kita Cari yang Terbaik"
(nah/twu)