Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tengah mengajukan Magang Nasional gelombang 4 kepada Presiden Prabowo Subianto. Sebanyak 150.000 ribu peserta ditargetkan mengikuti program di MagangHub kali ini.
Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kustandi mengungkapkan, pembahasan anggaran program masih berlangsung di Sekretariat Negara.
"Untuk tahun ini kami sudah mengajukan ke Presiden dan sedang proses di Setneg untuk pembiayaan. Target 150 ribu peserta dan semoga bisa berjalan, paling tidak di Juli sudah mulai proses," kata Cris dalam Antara, dikutip Rabu (20/5/2026).
Magang Nasional Batch 4
Magang Nasional merupakan bagian dari upaya perluasan akses kompetensi dan pengalaman kerja bagi lulusan baru. Di samping peluang magang di Magang Hub, mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi juga dapat mengakses Skill Hub dan Career Hub sebagai kesatuan ekosistem.
Cris menjelaskan, lewat ekosistem tersebut, mahasiswa dan lulusan pendidikan tinggi dapat menjalani pelatihan, mengakses peluang magang, dan mendapatkan informasi peluang kerja.
Pada program pemagangan nasional sendiri, bidang yang dibuka bersifat lintas sektor, mulai dari pemerintahan, kementerian, lembaga negara, hingga perusahaan swasta.
"Semua bidang. Jadi pemerintahan juga kita akan buka, kementerian, negara, lembaga, kemudian perusahaan juga," ucapnya.
"Dari perusahaan mereka merasa terbantu sekali, dari kementerian juga terbantu karena tertutupi kebutuhan kerjanya, dan peserta mendapatkan keahlian serta sertifikat kompetensi," sambung Cris.
Seleksi Magang Nasional Batch 4
Cris mengungkapkan, penyaringan pendaftar Magang Nasional 2026 masih sama seperti sebelumnya. Pendaftar akan menjalani seleksi berbasis kebutuhan instansi/perusahaan mitra. Perusahaan juga menentukan bidang dan lokasi penempatan pendaftar yang lolos seleksi.
"Penyaringan tetap seperti sebelumnya. Perusahaan membuka lowongan, kementerian membuka kebutuhan, lalu peserta mendaftar sesuai pilihan yang tersedia," ucapnya.
Diharapkan peserta pemagangan lulusan pendidikan tinggi dapat lebih siap menghadapi kebutuhan pasar kerja nasional usai mengikuti program.
Syarat Magang Nasional
Berdasarkan gelombang sebelumnya, berikut syarat mendaftar di Magang Hub:
- Lulusan perguruan tinggi program S1 dan D3
- Fresh graduate atau maksimal satu tahun setelah kelulusan
- Mampu mengikuti magang selama 6 bulan
- Tidak ada batas usia
Gaji Magang Nasional 2026
Dikutip dari laman Kemnaker, uang saku peserta Program Pemagangan Nasional atau Magang Hub mengalami kenaikan seiring naiknya Upah Minimum (UM) tahun 2026. Uang saku ini berfungsi sebagai dukungan biaya hidup selama menjalani pelatihan dan praktik kerja di perusahaan atau institusi/lembaga.
"Manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya, ya. Menabung, ngasih orang tua, atau hal-hal manfaat lainnya," kata Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, saat mengunjungi peserta MagangHub di RS Universitas Andalas (RS Unand), Padang, Sumatera Barat, Kamis (12/02/2026) lalu.
Berikut daftar UMP terbaru, dikutip dari unggahan Instagram @kemnaker:
- Aceh: Rp 3.932.552
- Sumatera Utara: Rp 3.228.949
- Sumatera Barat: Rp 3.182.955
- Riau: Rp 3.780.495
- Jambi: Rp 3.471.497
- Sumatera Selatan: Rp 3.942.963
- Bengkulu: Rp 2.827.250
- Lampung: Rp 3.047.734
- Kep. Bangka Belitung: Rp 4.035.000
- Kepulauan Riau: Rp 3.879.520
- DKI Jakarta: Rp 5.729.876
- Jawa Barat: Rp 2.317.601
- Jawa Tengah: Rp 2.327.386,07
- DI Yogyakarta: Rp 2.417.495
- Jawa Timur: Rp 2.446.880
- Banten: Rp 3.100.881,40
- Bali: Rp 3.207.459
- Nusa Tenggara Barat: Rp 2.673.861
- Nusa Tenggara Timur: Rp 2.455.898
- Kalimantan Barat: Rp 3.054.552
- Kalimantan Tengah: Rp 3.686.138
- Kalimantan Selatan: Rp 3.725.000
- Kalimantan Timur: Rp 3.762.431
- Kalimantan Utara: Rp 3.775.243
- Sulawesi Utara: Rp 4.002.630
- Sulawesi Tengah: Rp 3.179.565
- Sulawesi Selatan: Rp 3.921.088
- Sulawesi Tenggara: Rp 3.306.496,18
- Gorontalo: Rp 3.405.144
- Sulawesi Barat: Rp 3.315.934
- Maluku: Rp 3.334.490
- Maluku Utara: Rp 3.510.240
- Papua Barat: Rp 3.841.000
- Papua: Rp 4.436.283
- Papua Tengah: Rp 4.285.848
- Papua Pegunungan: Rp 4.508.714
- Papua Selatan: Rp 4.508.100
- Papua Barat Daya: Rp 3.766.000
Simak Video "Video Kata Menaker soal Kena Efisiensi Anggaran Perjalanan Dinas-Administrasi"
(twu/faz)