×
Ad

Dari Mana Asal Suara Ringkikan Kuda yang Unik?

Callan Rahmadyvi Triyunanto - detikEdu
Jumat, 17 Apr 2026 20:30 WIB
Foto: David Dibert/Unsplash/Ilustrasi kuda
Jakarta -

Suara ringkikan kuda memiliki ciri khas yang berbeda dengan domba yang mengembik dan kedelai yang mendengus. Lantas, dari mana asal suara unik ringkikan kuda?

Manusia telah hidup berdampingan dengan kuda selama ribuan tahun. Namun, cara kuda mengeluarkan ringkikan masih menjadi misteri bagi ilmuwan.

"Walaupun manusia sudah hidup bersama dan berevolusi dengan kuda selama 4.000 tahun, kita masih belum memahami komunikasi mereka dengan sempurna," ujar Elodie Floriane Mandel-Briefer, pakar biologi dari University of Copenhagen, dikutip dari Popular Science.

Asal Suara Ringkikan Kuda

Penelitian terbaru mengungkap bahwa ringkikan kuda memiliki dua frekuensi suara, yakni nada rendah yang sesuai dengan ukuran tubuhnya dan nada sangat tinggi yang tak lazim untuk hewan sebesar itu. Kombinasi ini membuat suaranya terdengar berbeda.

Menurut ilmuwan, ringkikan kuda terdengar aneh karena memiliki dua komponen suara sekaligus. Sekitar 10 tahun lalu, Mandel-Briefer dan tim menemukan bahwa dua nada tersebut saling tumpang tindih dalam fenomena yang disebut biphonation.

Frekuensi rendah dihasilkan dari getaran pita suara akibat aliran udara dari paru-paru, mekanisme yang juga digunakan manusia dan sebagian besar mamalia.

Peran Siulan Laring

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Current Biology Vol. 36 pada 23 Februari 2026, tim peneliti menemukan bahwa komponen frekuensi tinggi berasal dari siulan laring (laryngeal whistle).

Melalui percobaan dengan meniupkan udara ke laring kuda, peneliti membuktikan bahwa kedua komponen suara dihasilkan langsung oleh organ tersebut. Untuk memastikan sumber nada tinggi, mereka juga menggunakan helium.

Hasilnya, hanya frekuensi tinggi yang berubah, sedangkan frekuensi rendah tetap sama. Temuan ini mengonfirmasi bahwa nada tinggi berasal dari mekanisme siulan laring.

Tim menyimpulkan bahwa kuda menghasilkan biphonation melalui kombinasi getaran pita suara dan siulan laring secara bersamaan. Sejauh ini, kuda diduga menjadi satu-satunya hewan yang menggunakan dua mekanisme tersebut sekaligus.

Penelitian sebelumnya pada 2015 juga menunjukkan bahwa frekuensi suara berkaitan dengan emosi kuda. Komponen frekuensi tinggi menunjukkan apakah emosi bersifat positif atau negatif, sedangkan frekuensi rendah mencerminkan intensitasnya. Selain itu, nada tinggi yang lebih keras dapat menjangkau jarak lebih jauh.

Temuan ini membantu ilmuwan memahami komunikasi, emosi, dan kesejahteraan kuda dengan lebih baik. Suara ringkikan yang terdengar sederhana ternyata menyimpan mekanisme biologis yang jauh lebih kompleks.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.



Simak Video "Video Mitos atau Fakta: Anak Jadi Kebal Seumur Hidup Setelah Campak?"

(crt/faz)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork