Musik telah menjadi bagian kehidupan sehari-hari, mulai dari kebutuhan media sosial, saat bekerja, di perjalanan, hingga suara dari alam. Selain menghibur, sejumlah penelitian menyebut bahwa manfaat musik telah terbukti secara ilmiah. Apa saja?
Dalam sejarahnya, musik telah dikenal manusia sejak ratusan ribu tahun. Salah satu alat musik tertua yang pernah ditemukan, yakni instrumen dari batu, berasal dari 165.000 tahun lalu.
Kemudian ada flute dari 67.000 tahun lalu yang terbuat dari tulang dan dipahat serta memiliki empat lubang. Bukti-bukti ini menunjukkan bahwa manusia telah mengenal musik atau nada sejak lama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu apa manfaatnya? Sejumlah penelitian menemukan berbagai manfaat musik. Berikut daftarnya.
4 Manfaat Musik Secara Ilmiah
1. Mempercepat Pemulihan Pascaoperasi
Studi tahun 2024 dari California Northstate University College of Medicine menunjukkan, mendengarkan musik setelah menjalani operasi akan berdampak positif. Musik dinilai dapat meredakan persepsi nyeri pada pasien dan mengatur detak jantung.
Penulis senior studi yang merupakan profesor bedah, Dr Eldo Frezza, menyebut musik dapat menurunkan tingkat kecemasan dan kadar kortisol. Itulah mengapa peneliti sepakat bahwa musik mampu meringankan efek anestesi yang menegangkan.
"Musik dapat membantu meringankan transisi dari tahap bangun ke keadaan normal dan dapat membantu mengurangi stres seputar transisi tersebut," ujar Prof. Frezza, dikutip dari Popular Science, Rabu (22/4/2026).
Namun demikian, tidak ada sumber yang menyebutkan jenis musik secara khusus untuk meredakan rasa sakit. Para peneliti mengatakan bahwa manfaat musik setelah operasi adalah untuk menenangkan dan membuat pasien merasa nyaman.
2. Mengurangi Risiko Demensia
Saat orang mulai rutin mendengarkan musik, bahkan ketika diputar di latar belakang, otak mereka akan aktif. Studi tahun 2025 dari Monash University menemukan bahwa membiarkan musik tetap menyala di latar belakang dapat mengurangi risiko demensia.
Studi yang melibatkan 10.893 lansia 70 tahun ke atas mendapati bahwa rutin mendengarkan musik dibandingkan dengan jarang atau tidak pernah dapat menurunkan risiko demensia sekitar 39%. Selain itu, memainkan alat musik juga mengurangi ancaman demensia sebesar 35%.
3. Meningkatkan Fleksibilitas Otak
Selain mendengarkan, orang yang bermain atau bahkan menciptakan musik sama seperti mereset dirinya. Kondisi itu disebut dengan plastisitas otak, saat seseorang lebih mudah mempelajari keterampilan baru.
Studi yang terbit di jurnal Neuroscientist tahun 2010 silam menunjukkan bahwa belajar memainkan alat musik sejak dini dapat memperkuat plastisitas otak.
"Pelatihan musik pada anak-anak, jika dimulai sejak usia muda, menghasilkan peningkatan kinerja kognitif," lapor para peneliti dari Harvard Medical School.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa anak-anak yang rutin berlatih memainkan alat musik dapat mengembangkan korpus kalosum anterior yang lebih besar. Bagian otak tersebut "memainkan peran penting dalam komunikasi antarhemisfer".
Sementara pada orang dewasa, bermain alat musik juga bermanfaat untuk mengubah cara kerja otak dan meningkatkan fungsi otak. Aktivitas ini juga mampu mengurangi penurunan fungsi kognitif pada lansia.
Musik Live Lebih Mengaktifkan Otak Dibanding Rekaman
Studi yang terbit di Proceedings of the National Academy of Sciences tahun 2024 lalu menemukan bahwa pertunjukan musik secara langsung dapat menimbulkan reaksi neurologis yang lebih kuat dibandingkan dengan rekaman. Para peneliti dari Zurich University itu menyebut bahwa interaksi penyanyi dan penonton secara langsung sangat berpengaruh.
Studi ini menganalisis amigdala subjek yang mendengarkan musik piano rekaman dan pertunjukan oleh pianis secara langsung. Hasilnya menunjukkan bahwa musik langsung memicu peningkatan aktivitas amigdala secara konsisten.
"Aktivitas yang lebih tinggi juga ditemukan dalam jaringan saraf yang lebih luas, untuk pemrosesan emosi selama musik langsung dibandingkan dengan musik rekaman," tulis para peneliti.
Mungkin inilah sebabnya para penggemar live music mengatakan ada sesuatu yang berbeda saat mereka menghadiri konser penyanyi atau musisi favorit mereka.
Kalau detikers bagaimana? Apa musik favorit detikers?
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.
(sls/faz)











































