Zebra dikenal dengan pola garis hitam-putih yang mencolok. Namun, di balik tampilannya itu, alasan ilmiah di balik garis zebra ternyata masih belum sepenuhnya terjawab hingga sekarang.
Selama lebih dari 100 tahun, para ilmuwan mencoba mencari jawabannya lewat berbagai penelitian. Bahkan, sudah ada setidaknya 18 teori berbeda yang menjelaskan fungsi garis zebra, mulai dari perlindungan hingga adaptasi lingkungan, demikian dilansir dari BBC.
Sementara itu, penjelasan lain yang dirangkum oleh Tsavo Trust menyebutkan bahwa garis zebra kemungkinan punya banyak fungsi sekaligus, mulai dari perlindungan, identitas sosial, hingga membantu bertahan di lingkungan ekstrem.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Garis Zebra Bantu Hindari Gigitan Lalat
Salah satu teori paling kuat saat ini adalah bahwa garis zebra berfungsi untuk menghindari serangan lalat penghisap darah. Dalam sebuah eksperimen, ilmuwan memasangkan kain bermotif garis zebra pada kuda untuk melihat reaksi lalat. Hasilnya, lalat tetap mendekat, tetapi lebih jarang mendarat.
"Jauh lebih sedikit lalat yang mendarat pada zebra atau kuda yang memakai penutup bergaris," kata peneliti.
Dalam pengamatan, lalat tampaknya kesulitan mengenali permukaan bergaris sebagai tempat mendarat.
"Seolah-olah mereka tidak bisa mengenali permukaan hitam-putih itu sebagai tempat mendarat yang baik," jelas peneliti Tim Caro.
Temuan ini penting karena lalat seperti tsetse dapat membawa penyakit berbahaya. Dengan begitu, garis zebra bisa menjadi perlindungan alami dari ancaman tersebut.
Dapat Bantu Atur Suhu Tubuh
Teori lain menyebut garis zebra membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil, terutama di lingkungan panas. Warna hitam menyerap panas, sedangkan warna putih memantulkan cahaya. Perbedaan ini diyakini menciptakan aliran udara kecil di sekitar tubuh zebra.
"Garis hitam menyerap panas, sementara garis putih memantulkan cahaya," kata peneliti.
Namun, hasil penelitian soal ini masih beragam. Ada yang menemukan efek pendinginan, ada juga yang tidak.
Menurut peneliti, zebra juga mendinginkan tubuh dengan cara berkeringat, seperti manusia.
"Seperti kuda dan manusia, zebra mendinginkan tubuh dengan berkeringat," imbuh mereka.
Kamuflase, Identitas, atau Gabungan Semuanya?
Berdasarkan berbagai teori, garis mungkin membantu, tapi bukan satu-satunya cara. Namun, di alam liar, garis zebra juga dikaitkan dengan fungsi kamuflase dan perlindungan dari predator.
Dilansir dari Tsavo Trust, pola garis bisa membantu zebra menyatu dengan lingkungan atau membingungkan predator saat berburu, terutama dalam kelompok. Tak hanya itu, setiap zebra memiliki pola garis yang unik, mirip sidik jari manusia. Hal ini membantu mereka saling mengenali, terutama antara induk dan anak.
Meski begitu, sampai saat ini belum ada satu jawaban pasti. Banyak ilmuwan menyimpulkan bahwa garis zebra kemungkinan berevolusi untuk beberapa fungsi sekaligus.
"Saya tidak masalah jika keduanya bekerja secara bersamaan," ujar peneliti Daniel Rubenstein.
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.
(rhr/faz)











































