Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri membahas pengelolaan sampah menjadi energi atau Waste to Energy (WTE) RI di kediamannya di Hambalang, Bogor, Rabu (25/3/2026) lalu. Prabowo ingin masalah timbunan sampah dapat segera dibersihkan, dihilangkan, dan dimanfaatkan menjadi sumber energi, khususnya energi listrik.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, yang sebelumnya terlibat pada pembahasan di Hambalang, menyoroti peran warga dalam program ini. Ia menjelaskan, di samping penerapan teknologi yang telah dikembangkan dan berhasil, peran serta seluruh masyarakat tetap diperlukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peran Warga Pilah Sampah
Berkaca pada negara maju, ia mengatakan, kendati sudah ada teknologi pengolahan sampah yang sangat maju, warga tetap terlibat dalam aktif dalam memilah sampah. Dalam hal ini, warga juga dapat memisahkan sampah beracun, sampah elektronik, hingga sampah yang mudah terbakar.
"Itu sangat-sangat membantu proses teknologi atau proses pengolahan sampah yang berjalan," ucap Brian pada Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H bersama Media di kantor Kemdiktisaintek, Jalan Pintu I Senayan, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).
Kajian-Penerapan Teknologi
Ia menjelaskan, Kemdiktisaintek sementara itu melakukan kajian, riset, pengembangan teknologi, dan penyiapan SDM terkait. Sedangkan penerapannya dikoordinasikan kementerian teknis terkait seperti Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian ESDM, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan, yang juga menggencarkan konversi mesin diesel kapal nelayan ke motor listrik berbasis baterai.
Beberapa teknologi sampah yang sudah dikembangkan di kampus-kampus kemudian dirumuskan dan dikoordinasikan lebih lanjut dengan kementerian teknis terkait untuk dapat digunakan sesuai konteks di Indonesia.
"Apalagi di Indonesia ini, sampah kita itu 50-60% adalah sampah food waste, bekas sisa makanan. Barangkali ini agak berbeda dengan di luar negeri. Sehingga pendekatan-pendekatan teknologi yang lebih sesuai dengan bangsa kita, itu juga sudah dikembangkan di kampus-kampus," urainya.
Penyiapan SDM Pengolahan Sampah Jadi Listrik
Di skena perguruan tinggi, ia juga mengharapkan proses akademik belajar mengajar sejakan dengan isu dan kebijakan nasional seperti percepatan pengolahan sampah menjadi listrik.
"Sehingga harapannya tadi, lulusan-lulusan perguruan tinggi kita itu juga sudah in touch dengan bagaimana solusi-solusi yang dihasilkan oleh perguruan tinggi, atau solusi-solusi yang dibutuhkan oleh bangsa dan negara kita," ucapnya.
Masalah Sampah RI
Masalah tumpukan sampah RI setidaknya muncul di kota-kota besar, mulai dari Jakarta, Bekasi, Tangerang Selatan, Bandung, hingga Bali. Sejumlah TPS ditutup karena melebihi kapasitas, sementara longsor sampah di Bantargebang menimbulkan korban jiwa.
Akhir Februari lalu, Prabowo juga menegur secara terbuka jajaran Pemda Bali lantaran lingkungan tercemar sampah dan mengancam sektor pariwisata RI. Ia menyatakan mendapat keluhan langsung dari tokoh luar negeri tentang lingkungan Bali yang makin kotor.
"Dia ngomong ke saya. Dia bilang, 'Your Excellency, I just came from Bali. Oh, Bali so dirty now. Bali not nice.' Wah, tapi saya terima itu sebagai koreksi. Ini kita harus atasi bersama," ucapnya pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jabar, Senin (2/2/2026), dikutip dari laman Setkab.
"Bagaimana turis mau datang ke situ lihat sampah?" ucapnya.
(twu/nah)











































