Paling Baik Setel Lagu Apa agar Tidur Nyenyak? Ilmuwan Jawab Begini

ADVERTISEMENT

Paling Baik Setel Lagu Apa agar Tidur Nyenyak? Ilmuwan Jawab Begini

Siti Nur Salsabilah - detikEdu
Minggu, 05 Apr 2026 20:00 WIB
Ilustrasi tidur dekat HP
Begini tips agar tidur nyenyak dengan musik, suara, atau tanpa musik berdasarkan hasil studi terbaru. Foto: Shutterstock
Jakarta -

Akhir-akhir ini, banyak orang yang kesulitan tidur mengatasinya dengan mendengarkan suara menenangkan sebelum tidur. Lagu tanpa lirik, suara hujan, suara ombak, hingga binaural beats menjadi salah satu pilihan untuk mencoba tidur nyenyak.

Menurut perwakilan dari American Academy of Sleep Medicine, Dr John Saito, setiap suara yang terdengar saat tidur otomatis berpengaruh pada kualitas tidur seseorang.

Ia menjelaskan, otak manusia seperti komputer yang selalu menyala, sehingga akan terus merespons rangsangan suara, cahaya, hingga aroma. Terlebih jika suaranya sangat keras seperti ledakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setiap kali Anda terbangun dari keadaan tidur, Anda menciptakan stres pada sistem tubuh Anda dan pola tidur restoratif normal Anda. Hal itu mengganggu otak dan menyebabkan perubahan pada fisiologi Anda," ujar Saito, dilansir dari Popular Science, Minggu (5/4/2026).

ADVERTISEMENT

White, Brown, Green, dan Pink Noise

White noise adalah suara bising yang mengandung serangkaian frekuensi audio dalam ukuran yang sama. Misalnya suara AC, pintu berderit, atau tv statis yang biasa digunakan untuk menutupi suara mengganggu.

Namun, sebagian orang suara seperti ini justru sangat tidak nyaman untuk mendengar suara tersebut. Itu karena, setiap orang memiliki preferensi berbeda-beda yang berbeda-beda. Ada yang lebih menyukai nada tinggi, nada rendah, atau mungkin perpaduan keduanya.

Selanjutnya ada brown noise, suara dengan frekuensi rendah dan bernada seperti hujan deras. Ada juga green noise yang berasal dari alam seperti suara gelombang laut atau gemericik aliran sungai.

Jenis suara bising yang paling dianggap seimbang adalah pink noise, suara dengan frekuensi yang konsisten seperti suara air terjun dari kejauhan. Warna suara ini memiliki nada yang lebih rendah daripada white noise.

Menentukan Jenis Suara yang Cocok

Saito menjelaskan, untuk mengetahui suara mana yang pas bagi kualitas tidur, seseorang perlu mengetahui arsitektur tidurnya-yaitu pola tahapan tidur sepanjang malam. Pola ini menunjukkan bagaimana seseorang berpindah dari fase tidur ringan ke mode Rapid Eye Movement (REM), serta respons otak terhadap suara.

"Bagi orang-orang dengan otak yang sangat aktif, suara sekecil apapun dapat mengganggu kebiasaan tidur mereka, orang yang tidur nyenyak meskipun ada alarm kebakaran berbunyi, mereka tetap bisa tidur nyenyak," ucapnya.

Orang yang tidur dengan nyenyak akan menghasilkan lebih banyak "gelombang tidur" atau sleep spindles. Saat itu, terjadi proses pemblokiran kebisingan yang eksternal oleh otak dalam keadaan tertidur.

Biasanya, gelombang tidur yang dihasilkan juga akan meningkat saat seseorang mengalami kelelahan, sehingga tidur lebih nyenyak. Pola ini ini juga bersifat keturunan. Itulah mengapa kebiasaan tidur orang tua akan diwariskan kepada anaknya.

Jadi, jenis suara yang cocok bagi setiap orang cenderung berbeda-beda sesuai dengan arsitektur tidur masing-masing.

Namun, studi terbaru Mathias Basner dan rekan-rekan dalam jurnal Sleep, 2 Februari 2026 menunjukkan, cara terbaik saat tidur adalah tidak mendengar apapun. Pada dasarnya, suara-suara yang disebutkan sebelumnya justru mengurangi kualitas tidur secara keseluruhan.

Karena itulah, cara terbaik tidur nyenyak dengan suara atau tanpa suara, serta jenis suaranya, lebih bergantung pada preferensi, masalah tidur, dan lingkungan pribadi masing-masing.

Jangan Tidur dengan TV Menyala

Tidur dengan TV menyala adalah kebiasaan yang buruk karena dapat merusak kualitas tidur malam. Otak seseorang yang tertidur di depan TV menyala akan terus aktif meresposn rangsangan, baik suara maupun cahaya.

Maka, Saito mengingatkan, cara yang paling baik adalah tidur dengan keadaan gelap dan tenang. Itu mengembalikan manusia pada pola tidur idealnya. Untuk lebih nyenyak lagi, kita bisa menggunakan penutup mata atau telinga, karpet tebal, serta tirai kedap suara.




(sls/twu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads