Apakah Tidur Sendiri Lebih Nyenyak daripada Ada Orang Lain? Studi Ungkap Fakta Ini

ADVERTISEMENT

Apakah Tidur Sendiri Lebih Nyenyak daripada Ada Orang Lain? Studi Ungkap Fakta Ini

Abdur Rahman Ramadhan - detikEdu
Selasa, 17 Mar 2026 20:30 WIB
Ilustrasi Wanita Tidur Sendiri
Foto: iStock/Ilustrasi Tidur Sendiri
Jakarta -

Ilmuwan di Jepang menyoroti fenomena tidur terpisah bagi orang yang berpasangan dengan alasan meningkatkan kualitas tidur. Mereka menelusuri apakah tidur bersama dan sendiri berpengaruh terhadap kualitas tidur. Bagaimana hasilnya?

Untuk menguji ini mereka mengujinya pada tikus. Seperti manusia, tikus memiliki hierarki berdasarkan peran, kelompok, hingga usia.

Mereka menguji tikus dengan gen berbeda di dua lingkungan. Pertama ditempatkan di lingkungan yang masih bisa mencium bau tikus lain. Kedua ditempatkan di lingkungan yang benar-benar sendirian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para peneliti kemudian mengukur gelombang otak mereka untuk mengamati perbedaan dalam tidur. Bagaimana hasilnya?

ADVERTISEMENT

Tidur Nyenyak Bergantung pada Rasa Aman

Setelah dianalisis, hasil menunjukkan bahwa perubahan dalam tidur tikus bergantung pada hierarki mereka. Karena tikus yang diuji berasal dari dua genetik yang berbeda, peneliti menemukan perbandingan yang jelas.

Tikus yang memiliki hierarki lebih dominan, cenderung lebih nyenyak ketika sendirian. Menurut peneliti, ini bisa jadi berkaitan dengan rasa aman dari stres karena tidak harus bersaing dengan tikus lain.

"Ini mungkin karena mereka terbebas dari stres menjaga diri dari tikus lain atau bersaing memperebutkan wilayah," kata Profesor Yu Hayashi dari Hayashi Sleep Lab, dikutip dari University of Tokyo.

Sebaliknya, tikus yang kurang dominan (biasanya masih muda di kelompoknya), cenderung memiliki kualitas tidur yang buruk saat sendirian. Ini disebabkan oleh perasaan tidak aman karena tidak ada tikus lain di dekatnya.

"Ini mungkin disebabkan oleh hilangnya rasa aman karena tidak ada orang di dekatnya dan mengalami peningkatan stres akibat kesepian," imbuh Hayashi.

Bagaimana dengan Manusia?

Sejauh ini, peneliti belum mengamati langsung pada manusia. Terlebih, kesepian manusia jauh lebih kompleks dibandingkan dengan tikus.

Artinya, tidur sendirian bisa terasa nyaman bagi sebagian orang, tetapi bagi yang lain justru menimbulkan rasa sepi dan membuat kualitas tidur menurun. Penelitian ini mengingatkan bahwa tidur nyenyak bukan cuma soal kenyamanan fisik, tapi juga tentang hubungan sosial dan rasa aman emosional.

Meski belum bisa memberi gambaran pada manusia, peneliti menemukan petunjuk penting bahwa ada kaitan antara menjauh dari orang lain dengan kemampuan otak dalam menstabilkan ritme selama tidur.

"Kami percaya penemuan ini akan menjadi petunjuk besar dalam membantu kita memahami dan melindungi kesehatan mental manusia di masa depan," tutur Hayashi.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.



(faz/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads