Kenapa Cuaca Akhir-akhir Ini Panas? Ini Penjelasan BMKG

ADVERTISEMENT

Kenapa Cuaca Akhir-akhir Ini Panas? Ini Penjelasan BMKG

Cicin Yulianti - detikEdu
Minggu, 22 Mar 2026 13:00 WIB
Warga berjalan menggunakan payung di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2026). Payung digunakan untuk melindungi diri dari terik matahari saat beraktivitas di luar ruangan di tengah cuaca panas.
Warga memakai payung akibat panas yang ekstrem belakangan ini. Foto: Muhammad Farrel / detikfoto
Jakarta -

Masyarakat Indonesia saat ini banyak mengeluhkan cuaca belakangan ini yang terasa sangat panas. Memang, apa penyebabnya?

Fenomena tersebut ternyata bukan hanya perasaan detikers saja. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membenarkan bahwa cuaca beberapa hari terakhir memang panas.

BMKG menyebut fenomena ini bukan hanya disebabkan oleh polusi atau air conditioner (AC) yang kurang dingin. Ada fenomena astronomi yang sangat berpengaruh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adanya Gerak Semu Tahunan Matahari

Dalam unggahan Instagram @infobmkg, dijelaskan bahwa faktor cuaca panas belakangan ini bisa disebabkan oleh gerak semu tahunan Matahari. Secara teknis, fenomena ini membuat Matahari seolah berjalan dari belahan Bumi Selatan menuju utara.

ADVERTISEMENT

Tepatnya pada 21 Maret hingga 23 Maret 2026, Matahari akan tepat berada di atas garis ekuator (khatulistiwa) wilayah bumi.

Intensitas radiasi sinar matahari yang diterima bumi dan manusia yang tinggal di bumi menjadi maksimal. Jaraknya seperti tegak lurus di atas kepala manusia.

Wilayah RI Mulai Masuk Musim Kemarau

BMKG menyebut fenomena panasnya cuaca akhir-akhir ini akumulasi dari faktor astronomi dan meteorologi. Misalnya, sedikitnya tutupan awan.

Selain itu, kondisi meteorologi saat ini mengarah pada musim kemarau. Beberapa wilayah Indonesia akan mulai masuk musim kemarau.

Sebanyak 325 Zona Musim (ZOM) atau 46,5% daerah segera mengalami musim kemarau lebih awal. Sebanyak 173 ZOM (24,7%) memulai musim kemarau dalam waktu normal.

Hanya 72 ZOM (10,3%) daerah mengalami kemarau lebih lambat. Beberapa daerah yang akan memulai lebih dahulu musim kemarau pada April 2026 di antaranya:

  • Jawa Barat bagian utara
  • Pesisir utara dan selatan Jawa Tengah
  • Sebagian besar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)
  • Sebagian kecil Sulawesi Selatan
  • Sebagian Bali
  • Nusa Tenggara Barat
  • Nusa Tenggara Timur.

Tips Atasi Cuaca Panas dari BMKG

BMKG mengingatkan untuk tidak khawatir berlebih karena fenomena panas akhir-akhir ini adalah suatu hal yang wajar. Masyarakat diimbau untuk menghadapi cuaca ini dengan baik.

Mulai dari minum air putih yang lebih banyak, untuk mengantisipasi dehidrasi. Kemudian, jangan lupa memakai sunscreen untuk menghindari kulit dari paparan UV langsung.

Pilih juga bahan pakaian yang nyaman, seperti baju yang terbuat dari katun sehingga dapat menyerap keringat. Agar terhindar dari lelah berlebih, kurangilah aktivitas pada siang hari.




(cyu/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads