Jadi Dosen ITB Plus Kreator Konten, Imam Santoso Adopsi 'Work-life Integration'

Jadi Dosen ITB Plus Kreator Konten, Imam Santoso Adopsi 'Work-life Integration'

Novia Aisyah - detikEdu
Kamis, 26 Feb 2026 15:30 WIB
Dosen ITB Imam Santoso
Foto: (Dok pribadi Imam Santoso)
Jakarta -

Kamu mungkin familiar dengan dosen ITB ini, Imam Santoso. Ia juga merupakan seorang kreator konten di bidang pendidikan.

Jadi dosen sekaligus kreator konten, kebayang sibuknya? Menurut Imam, ia bukan mengadopsi work-life balance, tetapi 'work-life integration'. Seperti apa tuh?

'Work-life Integration' ala Imam Santoso

Imam menyebut, dalam sehari terkadang ia mengunggah dua ataupun bahkan hanya satu konten di Instagramnya, tetapi konsisten.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk viral, kita harus konsisten," ujarnya dalam Career Monitoring Alumni LPDP Program Beasiswa Prasejahtera yang digelar daring melalui YouTube LPDP RI pada Rabu (25/2/2026).

Imam menceritakan di ITB memiliki jabatan struktural sebagai Deputi Humas. Apabila ada tamu di ITB, maka ia akan turut menyambut. Belum lagi, Imam juga perlu membuat konten.

ADVERTISEMENT

"Anak bimbingannya S3 ada 2, S2 ada 1, S1-nya ada 7, ngajar 3 mata kuliah, beban lebihnya per semester kadang-kadang 30," kata Imam.

"Dan KOL perusahaan juga terkadang hampir seminggu sekali, setiap minggu, harus keluar kota bikin konten entah ke Papua, ke Aceh Tamiang, dan sebagainya," ungkapnya.

Imam mengatakan hidupnya work-life integration, bukan work-life balance.

"Alhamdulillah karena hidup saya adalah work-life integration, nggak lagi work-life balance. Kan kalau work-life balance itu memisahkan kerja itu bukan bagian dari life, Jadi saya mencintai pekerjaan saya banget. Karena saya mencintai banget (pekerjaan saya), jadi cara ngatur waktunya ya walaupun banyak, saya menikmati," terang lulusan LPDP PK-20 itu.

Menurut Imam, cara mengatur waktu setiap orang akan sangat customized (disesuaikan), berbeda-beda. Ia mengatakan dalam mengatur waktu, perlu ada trik dan skala prioritas.

"Kalau saya manajemen waktunya adalah, kalau untuk ngonten-ngonten itu bisanya pas lagi di jalan, lagi rebahan. Jadi istirahatnya itu bikin konten kalau saya," ungkapnya.

"Jadi manajemen waktunya adalah mana yang menurut kita penting banget, segera, jangan ditunda lagi. Kalau ditunda itu besoknya, 'Aduh belum ini, belum ini'," katanya lagi.

Lulusan Aalto University ini mengaku sangat mencintai ngonten, sehingga tidak merasa terbebani akan hal ini. Ia menekankan, caranya melakukan manajemen waktu untuk kesibukan sebagai dosen dan kreator adalah mengerjakan tanpa menunda dan menerapkan skala prioritas.

Tips sebagai Kreator Konten

Menurut Imam, sebagai kreator konten, tidak perlu membuat konten yang well-polished (dipoles dengan baik).

"Apa yang ada di depan mata, rekam-upload, rekam-upload. Kayak gitu saya mah," kata Imam.

"Nggak perlu well-polished nunggu diedit kayak di studio kayak iklan, itu malah kagak kelaku. Jadi se-effortless (mudah) mungkin. Konten raw (mentah) itu akan viral dan itu akan effortless dan membuat kita akan tetap bisa sustain (bertahan) ngontennya," terang penerima beasiswa Australia Awards itu.

Ia mengatakan, saat ini kontennya memang well-polished karena menjadi Deputi Humas ITB, tetapi dahulu kontennya sangat raw.

"Rekam-upload, gitu saya dulu. Malah itu yang disukai netizen, jadi natural, asli," ujarnya.




(nah/nwk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads